Maling Bobol Museum TPB Margarana

0
596
Museum TPB Margarana dibobol maling (ist)

TABANAN – Museum Yayasan Kebaktian Proklamasi  yang berlokasi di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana dibobol maling Banjar Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Pelakunya berhasil membawa kabur beberapa benda bersejarah perang Puputan Margarana 20 Nopember 1946.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, Benda bersejarah yang dilaporkan  hilang dicuri antara lain dua tanda pangkat Mayor I Gusti Putu Wisnu yang terbuat dari tembaga. Dua samurai Pak Item lengkap dengan sarungnya. Samurai kecil milik Ibu Lasti. Sebilah golok Lombok serta sebilah keris Bali. Pencurian tersebut baru diketahui, Jumat 11 Juni 2021 sekitar pukul 10.00 WITA, saat  pekerja  sedang bersih-bersih. Salah saksi curiga telah terjadi pencurian. Pasalnya, saksi  menemukan replika rudal Angkatan Laut KRI I Gusti Ngurah Rai sudah berada di luar areal gedung museum.

BACA JUGA:   Jerinx SID Walk Out di Sidang Perdana

Hal itu kemudian dia sampaikan ke teman-temannya yang juga sedang bersih-bersih. Mereka kemudian memeriksa gedung museum. Mereka mendapati pintu gedung museum sudah dalam keadaan terbuka. Di depan pintu museum ditemukan gunting pencukur rumput. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan  ke mandor mereka, untuk bersama-sama mengecek kondisi gedung museum yang kondisinya sudah acak-acakan. Beruntung senjata api yang ada di museum tidak digondol maling. Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Marga.

BACA JUGA:   Kekerasan Fisik dan Digital Terhadap Wartawan Hingga Pilkada Serentak, Jadi Catatan Akhir Tahun PWI Pusat

“Tidak ada senjata api yang hilang. Untungnya  masih digembok. Yang hilang kelewang (samurai) milik Pak Item ( Mayor Wisnu) dan Bu Lasti,” ujar Kapolsek Marga AKP I Nyoman  Suadi  dikonfirmasi  usai melakukan identifikasi di lokasi kejadian.

BACA JUGA:   Beraksi di Empat Lokasi, Polsek Kediri Amankan Tersangka Curat

Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait aksi pencurian tersebut. Dari hasil identifikasi, pihaknya mendapati kondisi pintu masuk museum sudah dalam keadaan  tua dan rapuh. Maling dengan mudah menjebol pintu dan masuk ke ruangan museum.

“Pintu masuknya sudah reyot. Tidak ada besinya juga,” pungkasnya.  (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here