
TABANAN – Museum Yayasan Kebaktian Proklamasi yang berlokasi di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana dibobol maling Banjar Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Pelakunya berhasil membawa kabur beberapa benda bersejarah perang Puputan Margarana 20 Nopember 1946.
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, Benda bersejarah yang dilaporkan hilang dicuri antara lain dua tanda pangkat Mayor I Gusti Putu Wisnu yang terbuat dari tembaga. Dua samurai Pak Item lengkap dengan sarungnya. Samurai kecil milik Ibu Lasti. Sebilah golok Lombok serta sebilah keris Bali. Pencurian tersebut baru diketahui, Jumat 11 Juni 2021 sekitar pukul 10.00 WITA, saat pekerja sedang bersih-bersih. Salah saksi curiga telah terjadi pencurian. Pasalnya, saksi menemukan replika rudal Angkatan Laut KRI I Gusti Ngurah Rai sudah berada di luar areal gedung museum.
Hal itu kemudian dia sampaikan ke teman-temannya yang juga sedang bersih-bersih. Mereka kemudian memeriksa gedung museum. Mereka mendapati pintu gedung museum sudah dalam keadaan terbuka. Di depan pintu museum ditemukan gunting pencukur rumput. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke mandor mereka, untuk bersama-sama mengecek kondisi gedung museum yang kondisinya sudah acak-acakan. Beruntung senjata api yang ada di museum tidak digondol maling. Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Marga.
“Tidak ada senjata api yang hilang. Untungnya masih digembok. Yang hilang kelewang (samurai) milik Pak Item ( Mayor Wisnu) dan Bu Lasti,” ujar Kapolsek Marga AKP I Nyoman Suadi dikonfirmasi usai melakukan identifikasi di lokasi kejadian.
Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait aksi pencurian tersebut. Dari hasil identifikasi, pihaknya mendapati kondisi pintu masuk museum sudah dalam keadaan tua dan rapuh. Maling dengan mudah menjebol pintu dan masuk ke ruangan museum.
“Pintu masuknya sudah reyot. Tidak ada besinya juga,” pungkasnya. (jon)








