Cegah Calo Tanah, Tim Lakukan Sosialisasi Rencana Tol Gilimanuk-Mengwi

0
117
Sosialisasi pembangunan jalan tol dan penyerahan undangan sosialisasi kepada pemilik lahan

TABANAN – Rencana pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi terus bergulir. Sosialisasi pada warga pemilik lahan yang dilintasi di kabupaten Tabanan mulai digelar Senin 14 Juni mendatang. Ada 22 desa di tujuh kecamatan  di Tabanan akan dilintasi jalan tol tersebut. Para Camat dan Perbekel diminta memberikan pemahaman yang baik pada masyarakat, khususnya saat tahap pembebasan lahan, agar proses pembangunan berjalan lancar guna mencegah praktek percaloan tanah. Sebagai langkah awal  tim dari PUPR Provinsi Bali menyerahkan undangan kepada 22 perbekel yang daerahnya akan dilalui jalan tol dan diteruskan kepada pihak pemilik lahan, Kamis 10 Juni 2021.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan, I Gede Susila  menekankan, para camat dan perbekel mengawal rencana pembangunan jalan tol ini dengan baik. Termasuk juga memberikan pemahaman yang sejelas-jelasnya pada pemilik lahan, sehingga dalam pelaksanaan pembebasan tanah yang akan terdampak jalan tol tidak terjadi hambatan. Sosialisasi juga untuk mencegah masyarakat (pemilik lahan) terdampak jalan tol mendapatkan informasi yang tidak benar dan menyesatkan.

BACA JUGA:   Vaksinasi masyarakat di Tiga DTW Dimulai, Bupati Sanjaya Roadshow

“Jangan sampai ada calo-calo yang justru merugikan masyarakat. Sosialisasi ini penting dan wajib dihadiri pemilik lahannya langsung, agar tidak salah informasi d. Saya tegaskan disini jangan coba-coba bermain masalah pembebasan lahan, akan kami kawal terus,”tegasnya.

Sekda Susila menegaskan agar pemilik lahan agar tidak terburu-buru menjual lahannya sebelum ada penetapan lokasi (penlok) dan informasi lebih lanjut dari Pemerintah atau Dinas terkait yang menangani pembangunan proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi.

BACA JUGA:   Lima Pengedar dan Satu Pengguna Sabu Diciduk Dalam Sebulan

“Kami harap masyarakat tidak mudah terprovokasi, tergiur dan mendapatkan informasi yang menyesatkan karena ini untuk kepentingan kita semua. Pemerintah tentunya telah mempertimbangan sesuatu dengan kondisi standar -standar yang tidak akan merugikan masyarakat,” tandasnya.

Sementara Kabid Bina Marga PUPR  Provinsi Bali Putu Suarjana menyatakan hal yang sama.  Pihaknya meminta masyarakat bersabar dan tidak percaya dengan calo tanah. Pasalnya, sampai saat ini belum dilakukan penetapan lokasi (penlok) jalur tol  sepanjang 96,21 KM. Untuk ke arah tersebut, akan didahului dengan sosialisasi kepada masyarakat terutama kepada pemilik lahan yang akan terkena jalur tol. Dilanjutkan dengan uji publik.

BACA JUGA:   Baliho Covid-19 Dirusak, Foto Kapolda Dipilok dan Dibakar

“Kalau sudah disetujui (dari hasil konsultasi publik), baru dilakukan penetapan lokasi. Jangan ada calo, pasti akan rugi karena butuh proses panjang,” tandasnya.

Terkait desain, pembangunan tol di wilayah Bali khususnya di Tabanan akan spesifik. Setiap ada jalur religius seperti jalur melasti, ke pura atau ke setra akan dibuatkan jalan di atas jalan tol. Selain itu juga akan ada jalur sepeda dan sepeda motor.

“Desainnya memang spesifik,  ada jalur sepeda gayung, sepeda motor dan ada  beberapa  titik rest area. Kami sudah tekankan kepada pemrakarsa, agar disesain disesuaikan dengan kondisi kabupaten masing-masing,” katanya. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here