Bayi Dibuang Demi Tutupi Aib

0
901
Kapolres Buleleng AKBP Subawa, geber tersangka pembuang bayi di Desa Tista

BULELENG – Ibu bayi laki-laki yang ditemukan tergeletak dalam kondisi meninggal dunia oleh warga Banjar Dinas Munduk Tengah, Desa Tista, Kecamatan Busungbiu, Kamis, 3 Mei 2021 akhirnya terungkap. Dari hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Busungbiu dibackup Tim Inafis Satreskrim Polres Buleleng diketahui, ibu bayi malang tersebut, ternyata seorang gadis bernama Ni Putu RS alias Rika (22) beralamat Banjar Dinas Munduk Tengah, Desa Tista yang sebelumnya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Kasus ini terungkap dari hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Busungbiu yang dibackup Tim Inafis Satreskrim Polres Buleleng,” tandas Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, Senin 7 Juni 2021 saat menggeber pengungkapan kasus ini di Mapolres Buleleng.

BACA JUGA:   Rentan Terpapar Covid-19, Personil Polres Karangasem Rapid Test

Mantan Kapolres Tabanan ini mengungkapkan, dari hasil penyelidikan, Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini mengakui telah membuang bayi laki-laki yang dilahirkannya Selasa, 1 Juni 2021 sekitar Pukul 16.30 WITA.

“Tersangka mengaku melahirkan sendiri bayi hasil hubungan gelap dengan pacarnya di kamar mandi. Hal ini diperkuat hasil pemeriksaan medis dan visum et repertum yang menyatakan pada tersangka ditemukan tanda-tanda telah mengalami persalinan,” jelasnya.

BACA JUGA:   Terlilit Utang, Iluh Curi Perhiasan Majikan

Tersangka mengakui, organ tubuh bayi yang dilahirkannya lengkap namun sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Tersangka mengaku berinisiatif sendiri membuang bayi yang dilahirkan, karena takut aibnya terbongkar,” terangnya.

Didampingi Kasatreskrim AKP Yogie Pramagita, Kapolres Subawa menandaskan, penyidik masih melakukan pengembangan terkait kondisi organ tubuh bayi yang tidak lengkap, tanpa tangan saat ditemukan hari Kamis, 3 Juni 2021 oleh saksi, Kadek Sely Riskiani.

BACA JUGA:   Tenggak Desinfektan-NutriSari, 20 Napi Perempuan Terkapar di RS Sanglah, Satu Tewas

“Saat ditemukan di depan gang rumahnya, saksi melihat organ tubuh bayi yang terbungkus kresek tidak lengkap, kedua tangannya tidak ada dan ini masih kita selidiki,” tandasnya.

Atas perbuatannya, gadis yang sempat bekerja sebagai PMI ini dipersangkakan telah melakukan tindak pidana menyembunyikan kematian dan kelahiran orang sebagaimana dimaksud pasal 181 KUHP.

“Ancaman hukuman sembilan bulan penjara, terhadap tersangka tidak dilakukan tindakan penahanan,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here