
BULELENG – Pengawalan terhadap percepatan Vaksinasi Covid-19 tak hanya dilakukan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Wakil Bupati (Wabup) Buleleng I Nyoman Sutjidra juga terjun langsung memantau vaksinasi. Selain memastikan terlaksananya vaksinasi berbasis umur, jumlah penanganan kasus konfirmasi dan wilayah secara maksimal, pemantauan juga dilakukan untuk memotivasi tim medis sekaligus memberi jaminan keamanan Vaksin Astrazeneca.
“Animo wartga masyarakat untuk vaksinasi cukup tinggi, ini patut diapresiasi dengan peningkatan pelayanan sekaligus jaminan, kepastian bahwa Vaksin Astrazeneca aman,” tandas Sutjidra, Jumat, 21 Mei 2021 usai memantau vaksinasi di Kelurahan Banyuning Kecamatan Buleleng.
Sutjidra menegaskan, keamanan Vaksin Astrazeneca dijamin pemerintah sesuai rilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait penghentian penggunaan Vaksin Astrazeneca hanya dilakukan terhadap salah satu kode produksi atau ‘batch’ yakni Vaksin Astrazeneca CTMAV547.
“Batch tersebut tidak digunakan di Provinsi Bali, termasuk di Kabupaten Buleleng. Yang sekarang kita gunakan adalah dengan kode produk CTMAV544 dan CTMAV539, yang aman dipakai dan diberikan kepada masyartakat,” tegasnya.
Dari pemantauan yang dilakukan, Sutjidra menyatakan masih ada beberapa titik yang tidak mencapai target. Bukan karena warga tidak mau mengikuti vaksinasi, namun ada beberapa sasaran seperti anggota TNI/Polri yang sudah mengikuti vaksinasi sebelumnya.
“Berdasarkan kondisi tersesbut dan hasil evaluasi Satgas Covid-19 Buleleng memutuskan perubahan skema vaksinasi, yakni percepatan vaksinasi menyasar wilayah penanganan kasus terkonfirmasi, umur 40 tahun keatas dan wilayah kecamatan diluar Buleleng seperti Seririt dan lainnya,” tandas Sutjidra.
Sesuai data dan informasi tim medis, sampai dengan tanggal 20 Mei 2021, jumlah akumulasi vaksinasi Dosis I sudah mencapai 85,29 persen atau 100.282 orang dari 117.577 sasaran.
“Sementara dosis II sebesar 41,34 persen atau sebanyak 48.611 orang dari 117.577 sasaran,” pungkasnya. (kar)








