
TABANAN – Pentingnya kesiapan sarana dan prasarana transportasi merupakan bagian yang sangat penting dalam menunjang dan mendorong kegiatan perekonomian di Tabanan. Ketersediaan sarana dan prasarana transportasi yang memadai terutama jaringan transportasi jalan yang terpadu sangat menentukan kelancaran distribusi orang dan barang maupun jasa.
Untuk mewujudkan, mendukung dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu-lintas tersebut diatas, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, meresmikan peluncuran Area Traffic Control System (ATCS) Kabupaten Tabanan, di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan, Rabu, 5 mdei 2021.
Yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pengguna jalan, mengendalikan arus lalu lintas, mengatasi kemacetan serta dapat memprioritaskan pengguna jalan dalam keadaan mendesak seperti bencana, prioritas jalan untuk damkar, ambulance terutama memantau terjadinya pelanggaran lalu lintas, atau tindak kejahatan pada pengguna jalan.
“Untuk mencapai daya guna dan hasil guna yang optimal, maka sistem transportasi harus ditata dalam satu kesatuan sistem yang pengembangannya dilakukan dengan mengintegrasikan dan mendinamisasikan unsur-unsurnya yang terdiri atas sarana, prasarana dan manusianya serta peraturan-peraturan dan prosedur yang sedemikian rupa,” ujar Bupati Sanjaya.
Wakil Bupati Tabanan dua periode itu juga menjelaskan, pengembangan ATCS pada beberapa simpang di kabupaten Tabanan merupakan salah satu upaya mengembangkan suatu sistem pengendalian lalu-lintas berbasis teknologi informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kelancaran lalu-lintas di Kabupaten Taabanan.
“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Kementrian Perhubungan melalui BPTD Wilayah XII Bali dan NTB, karena telah memberikan hibah berupa ATCS Kabupaten Tabanan ini. Dan kami sangat berharap bisa dibantu agar seluruh titik simpang di Kabupaten Tabanan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL)-nya terintegrasi ATCS,” pinta Sanjaya kepada pihak BPTD Wilayah XII Bali dan NTB yang hadir saat itu.
Bupati meminta kolaborasi stakeholder terkait, terutama dengan jajaran Kepolisian Lalu Lintas sangatlah penting. Karena Ia sangat menyadari, pembangunan masa kini tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh aparat atau birokrasi saja. Pembangunan pemerintah dikatakannya harus bersinergi dengan komunitas, akademisi, pengusaha dan serta seluruh elemen masyarakat Tabanan.
“Saya juga titip ATCS ini kepada awak media, mohon sampaikan kepada masyarakat. Sehingga, manfaat baik dari ATCS ini dapat tersampaikan kepada masyarakat, khususnya penggunan jalan. Semoga kedepan seluruh simpang-simpang alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di Kabupaten Tabanan dapat terintegrasi ATCS,” tutup Sanjaya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama melaporkan, perangkat ATCS ini merupakan hibah dari Kementrian Perhubungan melalui BPTD Wilayah XII Bali dan NTB, senilai Rp 5,5 Miliar lebih yang terdiri atas room ATCS dan penyimpan data pengguna jalan selama 24 jam yang tersimpan dalam database ATCS Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan.
“Peralatan ini terpasang sebanyak 5 titik simpang, yaitu di simpang Dukuh, kemudian simpang Kasih Ibu, kemudian simpang Wagimin, kemudian untuk simpang APILL di Gubug, tepatnya di simpang Yeh Gangga sudah terpasang dan sudah terintegrasi dengan ATCS Poltrada di Samsam,” ujar Ngurah Darma.(jon)








