Dapur Dagang Babi Guling Ludes Terbakar

0
95
Petugas Damkar tabanan sedang memadamkan api yang menghanguskan dapur dagang babi guling

TABANAN – Dapur dagang  babi guling milik I Nyoman Tari Arjawa (53) di Jalan Pulau Nias, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, mengalami kebakaran, Selasa 4 Mei 2021. Diduga, kebakaran disebabkan  bara api yang masih menyala dan membakar sabut kelapa yang ada di lokasi. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun satu bangunan dapur tersebut terbakar dan beberapa barang seperti tv bekas juga terbakar.

Menurut informasi yang diperoleh, kebakaran ini terjadi sekitar pukul 10.15 WITA. Sebelumnya, karyawan warung babi guling di sekitar TKP melakukan aktivitas membuat babi guling sekitar pukul 04.00 WITA. Sekitar pukul 05.00 WITA selesai melakukan aktivitasnya. Kemudian bara api bekas babi guling tersebut sudah disiram air. Merasa sudah aman, bangunan dapur tersebut ditinggalkan karyawan untuk membuka warung babi guling yang jaraknya sekitar 30 meter dari dapur.

Namun, sekitar pukul 10.15 WITA, salah satu pengunjung atau pembeli justru melihat asap mengepul yang berasal dari bagian belakang dapur tersebut. Pemilik warung langsung mengecek ke lokasi dan ternyata tempat pembuatan babi guling tersebut sudah terbakar. Melihat hal tersebut, saksi langsung menghubungi pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Tabanan untuk penanganan.

Tiga unit mobil Damkar Tabanan langsung terjun ke TKP untuk melakukan penanganan dalam waktu lima menit saja. Penanganan memerlukan waktu sekitar 30 menit , api berhasil dipadamkan, namun seluruh bangunan berukuran 3 X 5 meter ludes terbakar beserta isinya.

Kapolsek Kota Tabanan Kompol I Nyoman Sukanada ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya langsung terjun ke lokasi melakukan olah TKP.

“Kebakaran awalnya dilihat  pengunjung atau warga yang membeli babi guling,” kata Kompol Sukanada.

Dijelaskan, kebakaran diduga  disebabkan bara api di bangunan tersebut masih ada kemudian melalap tumpukan sabut kelapa yang ada.

“Karyawan merasa yakin api sudah padam setelah disiram air. Tahunya (api) masih hidup dan melalap sabut kelapa yang ada di sekitarnya dan menghanguskan seluruh bangunan dan isinya. Kerugian material sekitar Rp 15 Juta,” tandasnya. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here