
BADUNG – Manajemen pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Uluwatu menyatakan kesiapan menyambut pembukaan border pariwisata internasional. Selain telah menyediakan fasilitas protokol kesehatan secara komplit, seluruh komunitas DTW Uluwatu juga mendapat suntikan vaksin Covid-19 tahap kedua.
Manajer Pengelola DTW Uluwatu Wayan Wijana mengatakan ada sekitar 400 orang mendapat vaksinasi tahap kedua mulai dari staff manajemen, sekaa kecak, pedagang, pemandu wisata, hingga penyedia jasa massage. Peserta tak hanya dari komunitas DTW Uluwatu, tapi juga menyentuh komunitas yang ada di obyek wisata Pantai Labuan Sait.
“Kami bersinergi dengan desa adat dan dinas untuk mengejar penuntasan vaksinasi ini sehingga kawasan Pecatu benar-benar menjadi green zone atau zona hijau. Ini menjadi modal kita dalam kesiapan menyambut dibukanya border pariwisata internasional dan tentunya kami sudah siap dan sangat siap untuk itu,” tegas Wijana, Selasa 20 APril 2021.
Soal kondisi kunjungan wisata belakangan ini, Wijana menyebut menunjukkan angka cukup menggembirakan yaitu rata-rata 200 orang per hari didominasi wisatawan domestik. “Saat libur panjang sebelumnya, itu beberapa hari kita sempat menembus angka 1.000 orang per hari. Namun, landai lagi jadi 500 orang per hari dan belakangan rata-rata 200 orang per hari,” bebernya.
Meski tidak seramai kondisi normal, Wijana menilai bahwa angka itu cukuplah membanggakan karena di masa pandemi Covid-19 justru banyak wisatawan domestik berkunjung ke DTW Uluwatu. Sedangkan di kondisi normal, lebih banyak kunjungan wisatawan internasional. “Di kondisi normal, kami sebenarnya lemah di domestik. Dengan adanya keadaan seperti ini, saya berkeyakinan bahwa ke depan DTW Uluwatu akan semakin dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya.
Pelaksanaan vaksinasi tahap dua di DTW Uluwatu disambut positif Ketua Sekaa Kecak Karang Boma Made Sudira. Ia berharap, selain meningkatkan imun tubuh, vaksinasi bisa sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke DTW Uluwatu. “Kami harap rencana pembukaan pariwisata internasional pada Juni atau Juli 2021 nanti benar-benar bisa terealisasi karena kami sangat rindu untuk bisa tampil kembali. Semoga tidak ada hambatan, dan kami sepenuhnya mendukung serta telah mempersiapkan diri untuk itu,” harapnya. (adi)








