
BULELENG – Pengembangan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Air Sanih, untuk memberikan layanan air bersih dengan kapasitas 10.000 sambungan di wilayah Buleleng Timur segera terwujud. Selain ketersediaan dana dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali Tahun 2021, debit air baku hingga Reservoir Distribusi Tejakula sangat memadai dan dalam kondisi stabil.
“Selain penyempurnaan berkas, termasuk kajian teknis, tim kami juga melakukan survei untuk mengecek kapasitas air baku pada tiga unit reservoir distribusi,” ungkap Direktur Utama Perumda Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana, Selasa, 20 April 2021.
Dari hasil pengecekan, Lestariana menyatakan, kapasitas air baku yang disebar melalui Reservoir Induk yang ada di Desa Bulian Kecamatan Kubutambahan dalam sangat stabil dan cukup memadai hingga pada Resevoir Distribusi di Desa Tejakula.
“Ada enam unit reservoir distribusi yang dibangun. Tiga unit berada barat Air Sanih yakni di Desa Bulian, Kubutambahan dan Bungkulan. Untuk di timur juga dibangun tiga unit reservoir distribusi, di Desa Bukti, Bondalem dan Tejakula, untuk melayani warga masyarakat sekitarnya seperti Desa Les, Julah dan Sembiran,” urainya.
Pengembangan jaringan SPAM Air Sanih yang diharapkan rampung pada tahun 2021 ini, diharapkan dapat memperluas cakupan layanan dengan estimasi 10.000 sambungan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) I Putu Adiptha Ekaputra mengungkapkan, tahapan lelang sedang dalam proses.
“Kelengkapan dokumen teknis sudah disiapkan oleh Perumda Tirta Hita Buleleng. Saat ini masih dalam kajian ulang tim Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng, jika semua sudah lengkap maka pekerjaan pengembangan jaringan SPAM Air Sanih ini segera dilelang, ” tandasnya.
Secara bertahap, Tim PUTR juga sudah berkoordinasi dengan aparat desa dinas maupun adat, yang wilayahnya menjadi lokasi pengembangan jaringan.
“Termasuk dengan Balai Jalan Nasional terkait pemanfaatan bahu jalan,” pungkasnya.(kar)








