
GIANYAR – Pendapatan Asil Daerah (PAD) Kabupaten Gianyar yang terjun bebas karena sektor pariwisata mati suri turut berimbas kepada dana hibah/bansos yang selama ini difasilitasi DPRD untuk disalurkan kepada masyarakat.
Bupati Gianyar Made Mahayastra mengungkapkan, PAD dari sektor pariwisata dalam tiga bulan ini baru terealisasii Rp 70 miliar. Angka itu menurun jauh dibandingkan tahun 2019 atau sebelum pandemi Covid-19 mencapai Rp 300 miliar. “Anggota DPRD tahun 2021 ini tidak mendapat hibah bansos satu rupiah pun,” ungkap Mahayastra saat launching keputusan Gubernur Bali terakit pengelolaan sampah berbasis sumber di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Jumat 9 April 2021.
Bahkan, kata Mahayastra, pelaksanaan upacara seperti piodalan maupun ngaben massal tak bisa dibantu melalui dana bansos. Di balik itu semua, pejabat asal Desa Melinggih, Payangan, Gianyar itu masih bersyukur karena masyarakat di Bumi Seni memahami kondisi serba sulit karena pandemi. “Kalau jujur, tulus kita sampaikan, tanpa alasan membohongi, masyarakat itu sangat bisa mengerti,” ungkapnya.
Terkait kondisi Covid-19 di Kabupaten Gianyar saat ini, Mahayastra menegaskan sangat terkendali dan dari zona kuning menuju hijau “Zona merah itu adalah tunggakan tiga bulan lalu dan sesuai permintaan pak gubernur agar jangan ada data yang tertunggak, kita jalankan. Riil kondisi di lapangan sekarang ini kuning menuju hijau. Jadi, jangan khawatir. Jangan khawatir PTM, acara adat. Pasar, warung, status riil,” tandasnya. (jay)








