
BULELENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menerima tambahan 3000 Vial Vaksin Covid-19. Vaksin tambahan untuk 30.000 orang yang diterima Satuan Tugas Percepatan Penanganan (Satgas-PP) Covid-19 akan didistribusikan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Lansia sesuai program pemerintah pusat.
“Memang ada sasaran dari pemerintah pusat untuk melakukan vaksinasi terhadap lansia terlebih dahulu. Tapi itu rencana atau sasaran terhadap masyarakat Indonesia secara umum,” tandas Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Kamis, 8 April 2021.
Suradnyana menegaskan, sasaran vaksinasi dikembalikan ke daerah masing-masing berdasarkan data sasaran yang telah ditentukan sebelumnya dan pemulihan sosial ekonomi.
“Jika dilihat dari kacamata sosial ekonomi, Buleleng memutuskan melakukan vaksinasi PMI yang akan berangkat terlebih dahulu, pekerja pariwisata dan pusat-pusat interaksi masyarakat,” tandasnya.
Prioritas vaksinasi untuk PMI diharapkan dapat menggerakkan perekonomian, dimana warga bisa bertahan dengan kiriman uang dari PMI yang sudah berangkat.
“Setelah PMI, baru menyasar pada para pelaku pusat-pusat interaksi seperti pasar dan pelaku pariwisata,” jelasnya
Senada dengan Bupati Suradnyana, Sekretaris Satgas-PP Covid-19 Gede Suyasa mengungkapkan ada skema baru Vaksinasi Covid-19. Sesuai keputusan rapat koordinasi yang digelar Satgas-PP Covid-19 Provinsi Bali, vaksin yang dikirim ke kabupaten/kota harus digunakan secara tuntas.
“Tidak dipersiapkan atau sebagai stok dosis kedua. Karena dosis kedua akan dikirim lagi oleh provinsi. Skemanya berubah, kalau dulu diberi vaksin dibagi dua, sekarang diberi vaksin untuk dihabiskan,” tegasnya.
Saat ini, vaksin yang diterima 3000 vial, atau dosis untuk 30.000 orang.”Ditambah sisa vaksin 10.000 dosis maka targetnya bisa mencapai 40.000 orang. Ini digunakan untuk guru, lansia dan pelaku parisata,” pungkasnya. (kar)








