
TABANAN – Akibat berjangkitnya penyakit african swine fever (ASF) menyebabkan sebagai babi di Tabanan mati membuat stok babi sangat terbatas. Hal ini berimbas pada stok babi siap potong menjelang Hari Raya Galungan kali ini. Bahkan Tabanan dipastikan kekurangan stok babi siap potong dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat.
Terkait hal itu, Dinas Pertanian Tabanan mengimbau seluruh masyarakat agar beralih ke daging lain ketika tak mendapat bagian daging babi saat menyambut Hari Raya Galungan pekan depan. Sebab, ketersediaan stok babi siap potong kurang dari kebutuhan. Dari kebutuhan 3.470 ekor, di Tabanan hanya tersedia 3.333 ekor babi. Sehingga Tabanan masih kekurangan sebanyak 137 ekor babi siap potong. Kondisi serupa juga terjadi saat Hari Raya Galungan pada September 2020 lalu. Saat itu, ketersediaan babi siap potong hanya 5.232 ekor dari kebutuhan 5.739 ekor.
“Untuk stok babi potong kita masih kekurangan dari kebutuhan jelang Hari Raya Galungan ini,” kata Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Nyoman Budana didampingi Plt Kabid Peternakan, Ni Nengah Pipin Windari, Selasa 6 April 2021.
Menurut Budana, meskipun stok kebutuhan babi siap potong di Tabanan kurang, dia mengimbau kepada masyarakat tidak resah. Pihaknya menghimbau masyarakat beralih memotong daging lainnya seperti daging ayam. “Sebenarnya untuk keperluan upakara di Hari Raya Galungan tidak terlalu banyak, tapi sudah jadi tradisi masyarakat memotong daging babi,” ungkapnya.
Terlebih lagi, saat ini harga daging babi hidup lumayan mahal hingga Rp 45-50 ribu perkilogramnya. Kemungkinan juga saat mendekati hari Raya Galungan bisa saja harganya meningkat lagi dan sudah biasa terjadi.
“Kenaikan harga ini tidak bisa mencegah karena sudah biasa terjadi saat Galungan. Lain lagi kalau harga turun, untuk mencegah petani rugi kami lakukan demo makan babi seperti yang dilakukan Pemkab Tabanan saat babi peliharaan masyarakat banyak mati,” katanya.
Disinggung mengenai pemantauan kesehatan babi yang akan dipotong, dia menyatakan pihak Dinas Pertanian akan menerjunkan tim untuk memeriksa kesehatan hewan yang akan dipotong pada H-1 Hari Raya Galungan. Saat itu, tim akan memeriksanya dengan tujuan agar babi yang dipotong dan dagingnya akan dikonsumsi oleh masyarakat benar-benar aman. Namun karena jumlah petugas yang terbatas, kemungkinan pengecekan kesehatan hewan tersebut dilakukan di beberapa titik saja atau tidak menjangkau semua daerah.
“Pengecekan kesehatan babi yang akan dipotong pasti dilakukan untuk memberikan rasa aman bahwa daging yang akan dikonsumsi benar-benar sehat,” pungkasnya. (jon)








