
TABANAN – Vaksinasi di Kabupaten Tabanan mulai menyasar para sulinggih, pemangku maupun lansia. Sebanyak 94 orang sulinggih diundang dan difasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan di Griya Gede Tuakilang, Banjar Tuakilang Baleran, Desa Denbantas, Selasa (30/3). Pelaksanaan vaksinasi para sulinggih ini dilakukan vaksinator dari Rumah Sakit Bhakti Rahayu. Hanya saja dari jumlah Sulinggih yang terdata tersebut, tidak semuanya bisa mendapatkan vaksin lantaran memiliki riwayat kesehatan, apalagi usianya rata-rata 60 tahun keatas.
Dan dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan Tabanan, dari rencana 94 sulinggih yang menjalani vaksinasi, tercatat hanya sebanyak 37 sulinggih yang teregistrasi. Dari total tersebut hanya 30 Sulinggih yang memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksinasi, sementara 7 lainnya tunda vaksinasi, dan sudah tervaksin di tempat lain sebanyak 6 orang. Tak hanya sulinggih, dalam kesempatan itu juga dilakukan vaksinasi bagi para walaka. Total ada 30 orang walaka yang teregistrasi, 27 diantaranya memenuhi syarat vaksinasi dan 3 orang tunda vaksinasi.
Kepala Bidang Penanganan Penyakit Menular (P2M) dr. I Ketut Nariana mengatakan, vaksinasi masih terus dilaksanakan di 29 Fasyankes yang disiapkan. Setelah rampung vaksinasi tahap pertama menyasar tenaga kesehatan (Nakes), kini juga masih terus berjalan pelayanan vaksinasi petugas pelayanan publik termasuk mulai menyasar sulinggih, pemangku dan lansia.
“Kalau ada yang dapat rekomendasi dari dokter dan tidak bisa divaksin hari ini, kami akan jadwalkan ulang,” katanya.
Dikatakan Nariana, sampai saat ini dari target 85 ribu untuk pelaksanaan vaksinasi tahap 1 dan II yang menyasar nakes dan petugas layanan publik, baru terealisasi 30 ribu.
“Ketersediaan vaksin sekarang (kemarin) sekitar 6000 dosis, dengan jumlah itu besok (hari ini) pasti habis. Kami masih terus usulkan penambahan vaksin ke provinsi,” ucapnya.
Ditambahkan, pemberian vaksinasi bagi para sulinggih dan walaka di Tabanan menggunakan vaksin yang ada Fasyankes RS Bhakti Rahayu.
Sementara Ketua Perkumpulan Darma Upadesa Pusat Nusantara cabang kabupaten Tabanan – Lampung, Ida Bagus Yudiana Atmaja mengatakan, seharusnya total ada 108 sulinggih lanang istri, yang ada di Kabupaten Tabanan. Namun dari jumlah itu ada yang tidak mengikuti vaksinasi lantaran usia yang sudah sangat tua.
“Terutama yang usia 80 tahun keatas tidak ikut vaksinasi, dan dari total 108 itu hanya 94 yang memenuhi undangan vaksinasi, tetapi kembali lagi hasil screening, ada yang punya riwayat sakit ada juga yang membawa rekomendasi dokter yang merawat untuk tunda vaksinasi, selain juga ada yang sedang muput,” jelasnya. (jon)








