
Wayan Suantra alias Nang Adel ( baju putih lengan merah) nelayan asal Klecung saat tiba dengan selamat di Pantai Klecung
TABANAN – Setelah hampir 12 jam terombang ambing di laut, akibat mesin jukungnya rusak, I Wayan Suantra alias Nang Adel nelayan asal Banjar Klecung, Desa Tegalmengkeb, Selemadeg Timur, Tabanan akhirnya bisa diselamatkan bersama jukungnya, Selasa 9 Maret 2021 pagi.
Menurut Ketua HNSI Tabanan I Ketut Arsana Yasa, begitu tahu ada nelayan tidak pulang sampai malam, Oman Oplo bersama nelayan lainnya Made Jana nekat melaut, Senin , 8 Maret 2021 untuk mencari korban. Namun karena cuaca buruk dan suasana gelap, mereka kembali ke darat.
“Mereka berusaha mencari, meski malam,” ungkap Arsana Yasa, Selasa, 9 Maret 2021.
Selasa dinihari Oman Oplo alias Mangde bersama nelayan lainnya kembali ke tengah laut melakukan pencarian. Meski cuaca buruk karena hujan dan ombak mencapai tiga meter, mereka tetap melaut mencari korban. Setelah mencari hampir tiga jam, korban bersama jukungnya ditemukan di selatan Pantai Pasut dalam keadaan terombang-ambing karena mesin perahunya ternyata rusak dan pasang jangkar.
“Mereka menemukan di Selatan Pantai Pasut langsung dievakuasi dengan selamat ke darat sekitar pukul 08.15 WITA di Pantai Klecung,” ungkap pria yang akrab dipanggil Sadam ini.

Sementara jukung yang masih di tengah laut, Iman Oplo dan rekannya kembali ke tengah laut dengan membawa mesin penganti agar oerahu bisa dibawa ie darat. Sekitar pukul 09.00 WITA , jukung berhasil dievakuasi dengan selamat ke pantai Klecung.
“Jukungnya juga berhasil diselamatkan setelah ganti mesin. Nelayan tidak berani menarik karena cuaca buruk dan ombak mencapai tiga meter, sehingga sangat bahaya. Mesinnya diganti, baru dibawa ke darat,” jelas Sadam.
Pihaknya bersyukur korban bisa diselamatkan termasuk jukungnya. Pihaknya berterima kasih kepada seluruh nelayan pesisir selatan Tabanan termasuk nelayan Seseh, Badung yang ikut atensi. Begitu juga dengan Polair dan Basarnas yang telah membantu. Sementara korban sedikit syok dengan kejadian yang menimpanya.
Hal senada disampaikan perbekel Desa Tegalmengkeb I Dewa Made Widarma. Pihaknya bersyukur karena warganya berhasil diselamatkan.
“Bersyukur bisa diselamatkan termasuk jukungnya,” ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Nang Adel nelayan asal Klecung yang melaut dari Pantai Bebali, Brembeng, Selemadeg, Senin, 8 Maret 2021 tidak kembali sampai pukul 20.00. WITA saat mencari ikan jenis layur. (jon)








