
BULELENG – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membuat Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali untuk sejumlah proyek di Kabupaten Buleleng dicoret, atau tidak dianggarkan. Tak hanya proyek Ruang Terbuka Hijau Taman Bung Karno (RTH-TBK) di Kelurahan/Kecamatan Sukasada, BKK dengan nilai Rp 20 Miliar yang dijanjikan Gubernur Bali untuk pembangunan jaringan distribusi air bersih Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Air Sanih ke sejumlah desa yang ada di Kecamatan Sawan, Kubutambahan dan Tejakuka juga tertunda ataua mandeg.
Penundaan kucuran BKK ini, tak pelak membuat 10.000 calon pelanggan air bersih di Desa Bungkulan, Jagaraga, Giri Mas, Bukti dan Desa Bulian termasuk Desa Tejakula dan Bon Dalem yang selama ini mendapat suplay air bersih dari Kabupaten Bangli, harus kembali mengelus dada dan bersabar.
Dirut Perumda Air Minum Titra Hita Buleleng, Made Lestariana, dikonfirmasi Selasa, 9 Maret 2021, tidak menampik hal itu. Menurutnya, pembangunan jaringan distribusi pembagi SPAM Air Sanih adalah program peningkatan layanan sekaligus solusi persoalan keterbatasan sumber air bersih di Buleleng Timur.
“Program pembangunan jaringan distribusi SPAM Air Sanih, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, karena sebagian besar air di Buleleng Timur sumbernya dari kabupaten lain, Bangli,” tandas Lestariana.
Disebutkan, saat peresmian pembangunan Waduk Tamblang, Gubernur Bali menyanggupi untuk membantu pembangunan distribusi SPAM Air Sanih. Kalau memang terhapus, tentu masyarakat perlu bersabar.
“Karena ditunda. Karena, kebijakan seperti itu, ya kami harus bertahan dulu, menunda. Karena, diutamakan bagaimana mengatasi pandemi, kalau pandemi teratasi tahun ini, pembangunan tentu akan berlanjut,” katanya. (kar)








