
Sekda Dewa Indra lihat secara langsung vaksinasi untuk wartawan
Menurut Sekda Dewa Made Indra, di Bali tenaga kesehatan yang sudah teregistrasi mencapai 36 ribu lebih. Namun sampai saat program vaksinasi untuk nakes di Bali telah melampaui target mencapai 38 ribu lebih. Alasan melebihi target dikarenakan tenaga Nakes dalam setiap tahunnya mengalami penambahan yang berasal dari mahasiswa – mahasisi dari fakultas kedokteran.
“Mereka praktek di rumah sakit secara otomatis mereka masuk sebagai tenaga nakes yang juga kebagian vaksin dan itu tdak ada masalah dan sudah tuntas,” ujarnya.
Selanjutnya yang menjadi sasaran masyarakat umum termasuk wartawan dan masyarakat lansia. Vaksinasi dengan sasaran masyarakat umum dan lansia akan menyasar ke kabupaten kota Denpasar yang menjadi prioritas dan kabupaten lainnya di Bali. Sebab, ketersediaan vaksin mencukupi dan Bali memang menjadi perhatian pemerintah pusat sehingga Bali diberikan prioritas lebih.
“Saya tidak hafal berapa jumlah vaksin yang sudah diterima, pak kadis kesehatannya tidak ada, jelasnya Bali mendapat prioritas,” katanya.
Sementara untuk peserta lansia diakui progresnya lambat hal itu dikarenakan diperlukan pendataan administrasi. Untuk tenaga lansia vaksinasi akan dilakukan di fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit. Kenapa mesti rumah sakit, ini dikarenakan, peserta lansia akan sangat beresiko karena audah umur.
“Kalau saat vaksinasi ketika ada keluhan secara langsung akan dapat penanganan sehingga fasilitas pelayanannya harus di rumah sakit,” bebernya.
Untuk mempercepat pelayanan vaksinasi Pemprov Bali akan membuka pos-pos pelayanan vaksinasi seeperti di RS Pendidikan Udayana, dalam waktu dekat juga akan dibuka di Universitas Warmadewa.
“Saya mohon kepada semua wartawan untuk memanfaatkan dengan baik fasilitas vaksinasi yang sudah disediakan dan temen-temen wartawan memang harus menjadi prioritas karena wartawan selalu bekerja ditengah masyarakat dan itu sangat beresiko sehingga harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (arn)








