Demokrat Tolak Pelaksanaan KLB di Bali

0
44
Kader Demokrat Bali solid dukung AHY

DENPASAR – Rencana kader-kader Demokrat yang merasa kecewa dan merasa mendapat dukungan angin segar dari penguasa terus membangun gerakan untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Bali. KLB ini digelar di Bali selain untuk mendapat perhatian secara nasional dan dunia internasional, tujuan utamanya jelas untuk menggulingkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sah terpilih pada Kongres 15 Maret Tahun lalu.

Rencananya tujuh kader Demokrat yang sudah dicap sebagai kader pengkhinat terus berupaya mendekati para DPC di Indonesia termasuk Bali dan menjanjikan dana segar pada DPC yang mau menyatakan dukungan untuk dilaksanakan KLB. Dana yang dijanjikan tidak tanggung-tanggung, Rp 100 juta dan bahkan ada sampai Rp 500 juta. Hal itu disampaikan Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta seusai rapat bersama DPD dan melibatkan DPC se-Bali di Sekretariat DPD Demokrat Bali, Renon Denpasar, Selasa 2 Maret 2021.

“Kami seluruh kader di Bali masih tetap kompak dan solid mendukung AHY sebagai Ketua Umum partai Demokrat. Kami di Bali secara tegas menolak pelaksanaan KLB yang ilegal digelar di Bali,” tegas Mudarta didampingi pengurus DPD Nengah Pringgo dan Ketut Ridet.

Menurut Mudarta, kader-kader Demokrat di Bali hampir sebagian besar sudah mapan sehingga tidak akan terpengaruh oleh gerakan kelompok 7 orang pengkhianat partai itu untik menggelar KLB di Bali. Mereka berkeinginan untuk mengambil alih partai Demokrat dengan menjanjikan kader-kader partai di Bali dan sejumlah Provinsi dengan janji uang ratusan juta. Padahal mereka semua adalah para pengkhianat dan banyak diantara mereka sempat tersandung kasus. “Mereka tidak berhasil mempengaruhi kader-kader partai meski dijanjikan bermacam-macam. Sehingga sampai saat ini belum ada yang terpengaruh untuk mendukung KLB di Bali.

Guna menghadang gerakan KLB, Mudarta menambahkan, kader Demokrat se-Indonesia telah melakukan konsolidasi dan kompak, tetap solid bersama AHY. Sehingga dari hasil konsolidasi kader, telah merekomendasikan ke pada tujuh kader pengkhianat partai Demokrat untuk dipecat.

“Usulan kami sudah dilaksanakan, mereka-mereka yang berteriak ingin menggulingkan AHY tidak berhasil, sebaliknya 34 DPP dan 514 DPC se-Indonesia mendukung pemecatan tujuh kader pengkhianat itu,” ujar Mudarta.

Menurut Mudarta, kalau mereka merasa diri sangat hebat, disarankan membuat partai baru. Sebab, percuma membuat gerakan untuk menggulingkan Ketua Umum AHY, karena survey membuktikan dari berbagai lembaga survey Demokrat semakin meroket dan AHY mendapatkan angka 11-15 persen masuk di posisi 5 besar sebagai calon presiden.

“Ketimbang menguras energi banyak, menghabiskan uang banyak dan tidak berhasil, lebih baik bikin partai baru saja dan itu jauh lebih efesien,” pintanya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here