Apresiasi Penerima ‘Receh’, Tim Kejari Bidik ‘Otak’ PEN Pariwisatagate

0
968

Humas Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantara

BULELENG – Pengembangan penyidikan dugaan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) bantuan dana hibah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Industri Pariwisata atau PEN Pariwisatagate. Tak hanya menerima dana pengembalian dari penerima ‘receh’ PEN Pariwisatagate, tim tipikor Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng juga telah meminta keterangan dari 17 saksi baru.

“Ada 17 orang saksi baru yang telah diperiksa tim penyidik untuk pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah PEN Pariwisata bermodus markup harga, LPJ kegiatan Buleleng Eksplore dan Bimtek Pariwisata,” ungkap Humas Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantara, Selasa, 2 Maret 2021 usai menerima pengembalian dana dari sejumlah penerima ‘receh’.


Jayalantara yang juga Kasiintel Kejari Buleleng ini menandaskan dalam upaya pengembangan penyidikan, tim penyidik melakukan pemeriksaan maraton terhadap 17 saksi baru, antara lain dari peserta Buleleng Eksplore dan Bimtek Pariwasata, Travel Agen, Percetakan dan pengusaha Ren Car.

“Dari pemeriksaan tersebut, ternyata ada rencar yang hanya dimintai kwitansi. Tidak ada penggunaan kendaraan, hanya dimintai kwitansi sehingga pihak rencar mengembalikan dana sebesar Rp. 1.300.000,- hari ini. Kemudian, hari ini juga ada satu pegawai Dispar mengembalikan dana sebesar Rp. 700.000,-. Sehingga total dana yang terkumpul dari pengembalian ini sebesar Rp. 537.110.900,- diselamatkan untuk negara dan kita sita sebagai barang bukti,” tandasnya.


Dari pemeriksaan juga terungkap, travel agen yang ditunjuk sebagai rekanan atau pihak ketiga untuk penyedia jasa transportasi ternyata tidak memiliki kendaraan sendiri.

“Pihak travel ini ternyata tidak memiliki kendaraan akhirnya pihak travel menyewa kendaraan di luar, disanalah hitung-hitungan harga lebih mahal. Tapi, mereka menyadari ada selisih dan sudah sepakat dengan penyidik untuk pemeriksaan lanjutan termasuk pengembalian selisih dana yang diterima,” terangnya.

Pengembalian dana dari penerima ‘receh’ yang disebut sebagai uang lelah dari tersangka, dinilai tim penyidik sebagai tindakan yang patut diapresiasi sebagai bentuk kesadaran hukum warga negara.”Dalam penyidikan ini, tim menempatkan meraka sebagai saksi,” tandasnya.
Jalayantara menegaskan, dalam upaya pengembangan penyidikan kasus ini, tim penyidik yang diketuai Kasi Pidsus Kejari Buleleng, Wayan Genip justru mencari atau membidik ‘Otak’ PEN Pariwisatagate.

“Untuk bisa menyimpulkan adanya tidaknya tersangka lain, penyidik masih akan melakukan ekspose. Mencari alur, siapa sebenarnya yang paling bertanggungjawab atau otaknya. Untuk awalnya ini memang kita tahan delapan orang ini sebagai konspirator, perancang dugaan tindak pidana ini. Apakah ada pengembangan tersangka atau tidak, tergantung fakta dari BAP yang dibuat penyidik, apakah ada fakta yang menunjukkan konspirator lain,” tandasnya.

Untuk pengembangan pada kegiatan 70 persen, bantuan hibah hotel dan restouran, tim penyidik sudah berkoordinasi dan menunggu hasil audit BPK Republik Indonesia. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here