
TABANAN – Setelah semat lepas dari Zona merah saat PPOKM skala mikro tahap I, kini Desa Banjar Anyar kembali masuk zona Merah. Pasalnya, angka penderita Covid-19 di desa tersebut lebih dari sepuluh rumah.
“Ya, Desa Banjar Anyar kembali masuk zona merah, karena angka penularan Covid-19 kembali diatas 10 kasus dalam seminggu terakhir,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan dr. Nyoman Suratmika di sela-sela memantau vaksinasi untuk wartawan di Tabanan, Senin 1 Maret 2021.
Dijelaskan, kembali masuknya Desa Banjar Anyar ke zona merah setelah sempat masuk zona oranye disebabkan karena penurlan yang melebihi angka 10 dalam seminggu terakhir. Hal ini terjadi karena mobilitas penduduka yang sangata cepat. Disamping itu juga banyaknya rumah kost atau pemukiman yang padat, menyebabkan penyebaran Covid-19 di desa tersebut sangat cepat.
“Kami melakukan atensi khusus guna menurunkan angka penularan Covid-19 di desa tersebut dan kembali menghimbau agar warga tetap menjalankan prorokol kesehatan dimanapun berada,” tegasnya.
Sementara itu terkait tampat isolasi terintegrasi, pihaknya mengusahakan bisa dilakukan di Tabanan sehingga jauh lebih dekat dan pengawasan lebih optimal.
“Kalau bisa (Isolasi teritegrasi) di Tabanan, maka bisa lebih murah dan pengawasan lebih optimal,” sebutnya.
Sementara itu dari data Satgas Penanganan Covid-19 Kabipaten Tabanan sampai Senin 1 Maret 2021, kasus positif sebanyak 9 orang sementara pasien dinyatakan sembuh sebanyak 12 orang. Sementara sehari sebeluamnya Minggu, 28 Februari 2021 jumlah kasus positif bertambah 14 orang dan sembuh hanya 5 lima orang. Kasus yang terjadi seminggu terakhir menyebabkan kasus aktif di Tabanan kembali naik. (jon)








