
KARANGASEM,—Tim Pemenangan Dana Dipa (I Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa) yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Hanura pada Pilkada 9 Desember lalu, sah dibubarkan, Minggu 28 Februari 2021. Kendati dibubarkan, namun komunikasi masih terus terjalin, termasuk komunikasi dengan tim relawan yang sejak awal diajak berjuang dalam meraih kemenangan terhormat itu.
Pembubaran tim pemenangan yang dilaksanakan di Wantilan Sekretariat DPC PDI Perjuangan, Jalan Ahmad Yani, Amlapura, di gelar sangat sederhana. Selain dihadiri bupati terpilih sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem, I Gede Dana, pembubaran tim juga dihadiri Ketua Tim Pemenangan I Gusti Alit Kesuma Kelakan, Ketua Tim Independen I Nengah Suwadi, Ketua DPC Partai Hanura I Made Arnawa, kader partai PDI Perjuangan dan tim relawan lainnya, sepert Rekasa, Radar Angantelu, Panca Datu dan lainnya.
Dalam pengantarnya, Ketua Tim Pemenangan Dana-Dipa, I Gusti Alit Kesuma Kelakan, mengakui ada komunikasi tersumbat pasca kemenangan. Hal itu disebabkan, adanya penundaan penetapan kemenangan dari KPU dan pandemi Covid-19 yang membatasi adanya pertemuan dengan tim yang beresiko terjadi kerumunan massa.
“Tim ini sekarang sudah dibubarkan, tapi komunikasi kita akan terus terjalin seperti awal melangkah menggapai kemenangan ini. Percayalah, apa yang sudah menjadi komitmen sejak awal pasti akan dirialisasikan melalui program, termasuk pribadi saya akan terus berkomunikasi dengan tim dan relawan setiap membawa program ke Karangasem,” ucap politisi PDI Perjuangan Bali yang juga anggota DPR RI itu.
Terkait gerak langkah perjuangan yang sudah dilakukan tim dan realawan hingga membuahkn hasil gemilang dalam Pilkada lalu, Alit Kalakan berharap, agar tim pemenangan yang sudah dibubarkan dan relawan, untuk terus memberikan dukungan pemerintahan Dana-Dipa di Karangasem.
“Saat ini Pak Gede Dana dan Pak Wayan Artha Dipa, bukan milik partai lagi, mari dukung bersama-sama langkah dan kebijakan pro rayak yang dijalankan demi pembangunan di Karangasem yang lebih baik,” ucap Alit Kalakan.
Dipihak lain, Ketua DPC Karangasem sekaligus Bupati Karangasem periode 2021-2026, I Gede Dana, pada kesempatan itu menyampaikan terimakasih yang setulus-tulusnya atas perjuangan tim dan relawan untuk memenangkan Dana-Dipa pada Pilkada lalu.
“Secara pribadi saya mohon maaf sebesar-besarnya, karena lama tidak bisa bertemu kawan-kawan. Kondisi ini terjadi karena kami harus menunggu semua proses Pilkada selesai. Ini juga sesuai arahan Bapak Gubenrur Wayan Koster,” ucap Gede Dana.
Gede Dana mengakui, perjuangan dalam menorehkan kemenangan pada Pilkada lalu sangat berat, apalagi lawan yang dihadapi memiliki amunisi kuat dengan koalisi partai yang sangat gemuk. Tapi berkat kerja keras dan ketulusan tim dalam bekerja akhirnya kemenangan itu berhasil didapatkan dengan persentase yang sangat membagakan, yakni 39 persen.
“Awalnya banyak yang meragukan kemenangan kita ini, maklum kita melangkah dengan modal semangat dan ketulusan para relawan dalam memenangkan Dana-Dipa. Saya pribadi senang akan kemenangan ini dan sangat bangga karena kemenangan yang kita miliki nyaris tidak ada gejolak dibawah,” ungkapnya.
Gede Dana, mengatakan, Pilkada Karangasem yang dihadapinya merupakan Pilkada yang termurah. Gede Dana mengatakan itu, karana ongkos politik yang dikeluarkan tidaklah terlalu banyak. “Kita patut berbangga, karena berhasil mengubah kesan pragmatis mayasrakat pada Pilkada lalu. Buktinya kita bisa menang tanpa harus mengeluarkan uang banyak,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Gede Dana juga meyakinkan relawan dan tim untuk tidak khawatir terhadap komitmen yang disampaikan pada awal pergerakan lalu. Itu sebabnya dia mewanti-wanti para relawan dan tim pemenangan yang sudah dibubarkan untuk terus menjalin kominikasi dan sama-sama saling mengingatkan.
“Percayalah, saya tidak akan pernah melupakan apa yang menjadi komitmen kita sejak awal. Mohon dukungannya
untuk mengawal pemerintahan kami lima tahun kedepan,” pungkas Gede Dana. (wat)








