Rekonstruksi Perkelahian Maut, Adegan 14 Korban Tewas

0
689
Rekonstruksi kasus pembunuhan dipicu pesta miras di Banjar Dinas Muduk Desa-Kecamatan Banjar

BULELENG – Proses penyidikan kasus penganiayaan yang mengakibatkan Kadek Sutarjana alias Gijis (48) meregang nyawa, Senin 8 Februari 2021 lalu di Banjar Dinas Munduk Desa/Kecamatan Banjar, masih terus dilakukan penyidik Unit Reskrim Polsek Banjar. Selain memeriksa saksi, menetapkan dan menahan tersangka, IKS alias Ida Lempog (39) beralamat Banjar Dinas Dajanan Desa Joanyar Kecamatan Seririt, penyidik juga telah menggelar rekonstrusksi.

“Dari rekonstruksi terungkap, saat pesta miras itu terjadi salah paham kemudian berlanjut pertengkaran dan aksi pemukulan oleh korban terhadap tersangka,”ungkap Kapolsek Banjar Kompol Made Agus Dwi Wirawan, Jumat, 26 Februari 2021 usai rekonstruksi di Mapolsek Banjar.

Aksi pemukulan yang dilakukan korban, kata Kapolsek Dwi Wirawan, dibalas tersangka dengan menggaet korban dan merebut tongkat sepanjang 60 cm yang dipakai korban untuk memukul.

“Pemukulan oleh korban dan dibalas tersangka, terungkap sesuai adegan No 11 dan berakhir pada adegan No 14. Pada adegan ke-14, korban tersungkur, meregang nyawa akibat terkena sabetan tongkat mengenai bagian dahi dan bagian kepala lainnya,” tandas Dwi Wirawan meyakinkan.

Seluruh adegan rekonstruksi diakui dan dilakukan tersangka.

“Rekonstruksi ini bagian dari teknik Penyidik dan Penyidikan guna memperjelas tindak pidana yang terjadi, sekaligus menguji kebenaran dari keterangan tersangka saat di BAP,” tegasnya.

Kapolsek Dwi Wirawan menambahkan, rekonstruksi juga dilakukan untuk melindungi hak tersangka dalam menjalani proses hukum.

“Termasuk perlindungan terhadap asas praduga tak bersalah terhadap tersangka di depan hukum,” jelasnya.

Sesuai BAP dan rekonstruksi yang digelar, pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan sepotong kayu berukuran panjang 60 cm.

“Korban dipukul menggunakan kayu pentongan, mengenai bagian dahi dan wajah korban hingga meregang nyawa,” tandas Dwi Wirawan sembari menyebutkan perbuatan pelaku dipersangkakan pasal 338 jo pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman berupa pidana penjara selama-lamanya 15 tahun. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here