
DENPASAR – Perwakilan krama istri (ibu-ibu PKK) kabupaten/kota tampil memukau dalam wimbakara (lomba) Nyatua Bali atau mendongeng serangkaian Bulan Bahasa Bali di Wantilan Taman Budaya Denpasar, Jumat 19 Februari 2021.
Lomba Nyatua Bali dengan tema bebas itu mengambil cerita rakyat yang populer di masyarakat, diantaranya I Litung dan I Kekua, I Tiwas dan I Sugih. Di atas panggung, para peserta menunjukkan kemampuan bertutur melibatkan gerak tubuh sambil memainkan ekspresi wajah, dengan durasi waktu 10-15 menit.
Perlombaan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dinilai tiga orang juri yaitu Dr. Drs. Ida Bagus Rai Putra, M.Hum–Dosen Universitas Udayana, I Gede Tarmada–Praktisi Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, dan Ni Komang Ari Pebriyani, S.S., S.Pd., M.Pd.,–Guru SMA Dwijendra.

Duta Kabupaten Jembrana, Ni Ketut Adi Maharani ditetapkan sebagai juara I, kemudian Juara II diraih Ida A W Sugiantari (duta Kabupaten Karangasem) dan Juara III, Ni Made Martini (duta Kota Denpasar).
Menurut Ida Bagus Rai Putra, penguasaan materi cerita yang baik menjadi kunci keberhasilan mendongeng. Ia melihat para peserta lomba terlihat sedikit tegang. ” Kalau nyatua itu harus menguasai isi, narasi, tema, bagaimana bisa menokohkan dengan baik, mengetahui karakter yang diceritakan. Kemudian, alur cerita harus dipahami, peristiwanya didalami dengan baik. Memang semuanya itu harus dipersiapkan lewat latihan yang bagus,”katanya.
Ia mencontohkan ketika pendongeng bercerita tentang hewan misalnya, tokohnya harus dipahami, penguasaan suara-suara binatang sehingga dapat tersaji dengan bagus dan hidup. ” Kalau suara macan jangan seperti suara kucing, kalau suara burung, ya, nyaring, Jadi, harus menjiwai sehingga audiens bisa ikut merasakan ada dalam cerita itu,” ungkapnya.
“Mungkin saja karena masa pandemi sehingga waktu terbatas dan beberapa penampilan peserta sedikit menurun dibanding tahun lalu. Kedepan saya harapkan bagi duta yang tampil ke tingkat provinsi agar diseleksi lewat lomba di masing-masing daerah, “harapnya.
Pelaksana Teknis Bulan Bahasa Bali Made Mahesa Yuma Putra menuturkan, peserta Nyatua Bali dari perwakilan seluruh kabupaten/kota cukup antusias mengikuti lomba. Bahkan, peserta mampu menyajikan materi sesuai dengan tema yaitu melestarikan alam. ” Dongeng yang disajikam diusahakan membuat pesan- pesan untuk kelestarian hutan,” tegasnya. (sur)








