Dana Sitaan Bertambah, Kejari Buleleng Bidik Penyedia Transpotasi

0
1590
Sejumlah saksi dari ASN, kembalikan dana dum-duman PEN Pariwisatagate kepada Tim Penyidik Tipikor Kejari Buleleng

BULELENG – Penahanan 7 orang tersangka termasuk Kadis Pariwisata Buleleng atas dugaan penyimpangan bantuan dana hibah Pemulihan Ekonomi Nasional Industri Pariwisata atau PEN Pariwisatagate bukan babak akhir penyidikan. Selain menunggu giliran tersangka Nyoman Gunawan yang minta waktu dengan alasan sakit, Tim Penyidik Kejari Buleleng juga sudah memeriksa sejumlah saksi dan menyita dana dum-duman PEN Pariwisatagate dengan total nilai Rp 502.960.900.

“Ada pemeriksaan saksi tambahan dan penyerahan dana yang sempat didistribusikan kepada sejumlah oknum di luar Dinas Pariwisata, tiga orang sudah kami periksa dan mereka telah dikembalikan dana sebesar Rp 2 juta, sehingga total dana yang dikembalikan dan disita sebanyak Rp 502 juta lebih,” tandas Humas Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantara, Kamis, 18 Februari 2021.

Kasi Intel Kejari Buleleng mengungkapkan, 3 orang saksi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Buleleng antara lain berinisial IPK, mengakui terus terang telah menerima dana dari tersangka Nyoman AW sebesar Rp 2 juta.

“Dana sebesar Rp 2 juta yang diterima sebagai ucapan terimakasih dan tidak disertai tandatangan bukti penerimaan selanjutnya diberikan kepada dua stafnya, masing-masing Rp 500 ribu. Atas kesadaran dan demi menyelamatkan uang negara, saksi telah menyerahkan dana yang diterima dari tersangka Nyoman AW kepada penyidik,” tandasnya.

Selain menunggu pengembalian dana dari okum ASN, tim penyidik juga menunggu kesadaran rekanan termasuk penyedia transportasi untuk melakukan kewajiban sebagai warga negara dihadapan hukum.

Kepala DPMPTSP Buleleng Made Kuta, benarkan tiga stafnya diperiksa Tim Kejari Buleleng

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Ka.DPMPTSP) Kabupaten Buleleng, I Made Kuta membenarkan 3 orang stafnya telah memberikan keterangan kepada Tim Penyidik Tipikor Kejakasaan Negeri Buleleng.

“Selain memberikan keterangan tentang peran dalam kegiatan PEN Industri Pariwisata yakni sebagai pembantu verifikasi perijinan rekanan hotel, bar dan restoran calon penerima bantuan hibah, tiga staf kami juga mengembalikan dana sebesar Rp 2 juta yang diterima dari panitia pengelola PEN Pariwisata,” ungkapnya.

Kuta yang mengaku perihatin, sekaligus mengucapkan syukur karena tiga stafnya dengan kesadaran dan itikat baik, memenuhi panggilan Tim Penyidik Kejari Buleleng untuk memberi keterangan sekaligus mengembalikan dana yang diduga sebagai dum-duman PEN Pariwisatagate. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here