Tim Kejari Panggil 20 Saksi, BKPSDM Tunggu Surat Penetapan Tersangka

0
697
Kasi Intel Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantara

BULELENG – Penyidikan kasus dugaan penyimpangan dana bantuan Pemulihan Ekonomi Nasional Industri Pariwisata atau PEN Pariwisatagate, terus berlanjut. Setelah menetapkan 8 tersangka, termasuk oknum Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Buleleng, tim penyidik tindak pidana korupsi kejaksaan negeri (tim tipikor Kejari) Buleleng bakal memeriksa 20 orang saksi.

Selain pengembangan pemeriksaan 20 saksi juga dilakukan untuk dapat menyelamatkan uang negara yang belum diambil atau diserahkan kepada panitia. Sementara terkait sanksi kepegawaian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menunggu surat penetapan tersangka oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tim Tipikor) Kejakasaan Negeri Buleleng.

Kasiintel Kejari Buleleng, A A Ngurah Jayalantara dikonfirnasi Minggu, 14 Februari 2021, membenarkan pemanggilan 20 saksi tersebut.

“Penyidikan masih kami dalami dan kembangkan. Sesuai rencana, hari Senin ini, penyidik memeriksa 20 saksi dari rekanan/vendor,”ungkapnya.

Selain pendalaman, pemeriksaan juga dilakukan untuk menyelamatkan uang negara yang belum diambil oleh panitia kegiatan Bimtek Pariwisata dan Buleleng Eksplore.

“Dana yang disita sebanyak Rp 377 Juta dari total potensi kerugian negara sebesar Rp 656 Juta. Ada dana sekitar Rp 279 Juta yang belum sempat diambil dari rekanan karena keburu ribut di media massa,” tandas Jayalantara yang tersenyum saat ditanya soal tersangka baru diluar tersangka yang telah ditetapkan.

Kepala BKSDM Buleleng Gde Wisnawa

Terkait sanksi kepegawaian 8 oknum Aparat Sipil Negara (ASN) yang telah ditetapkan sebagai tersangka PEN Pariwisatagate, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buleleng, I Gede Wisnawa menyatakan segera diproses setelah diterimanya surat penetapan tersangka.

“Sudah ada komitmen bapak bupati untuk memproses sesuai ketentuan yang berlaku. Saat ini, kami menunggu surat penetapan tersangka dari kejaksaan,” ungkapnya.

Selain proses penerapan sanksi berupa pemberhentian untuk sementara, berdasarkan surat penetapan tersangka dari Kejaksaan Negeri Buleleng juga akan dilakukan proses penunjukan pelaksana tugas (Plt) dari pejabat yang diberhentikan sementara.

Sebelumnya kejari Buleleng telah menetapkan delapan tersangka dugaan penyimpangan dana PEN pariwisata termasuk Kepala Dinas Pariwisata Bulekeng bersama Sekretaris Dispar, tiga Kabid dan tiga kasi. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Made SN, Nyoman AW, Putu S,Nyoman GG, Putu B, Nyoman S, I GA MA dan Kadek W. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here