PPKM Skala Mikro, Dua Desa di Tabanan Masuk Zona Merah

0
678
Sekda I Gede Susila

TABANAN – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah  merilis data tengan desa-desa yang masuk zona merah, oranye, kuning maupun hijau. Dari 133 desa yang ada di Tabanan, saat ini masih ada dua desa yang masuk zoan merah, yakni desa Dauh Peken, kecamatan Tabanan dan desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri. Pemetaan status desa ini dilakukan untuk lebih mengefektifkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro yang mulai berlaku , Selasa  9 Februari 2021.

PPKM skala mikro merupakan upaya lanjutan pemerintah untuk mengendalikan laju penularan Covid-19. Pembatasan skala mikro ini diterapkan selama 14 hari mulai 9 sampai dengan 22 Februari 2021.

Sekda Tabanan, I Gede Susila yang juga selaku Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 menjelaskan, untuk pembatasan masyarakat berskala mikro ini dilakukan oleh seluruh desa yang ada di kabupaten Tabanan. Namun, pihaknya juga telah melakukan pemetaan terkait dengan status zona di tiap-tiap desa terkait dengan upaya pengawasannya.

Dijelaskan, zona berdasarkan hasil kasus baru terkonfirmasi positif harian, sesuai dengan SE Mendagri nomor 03 tahun 2001, dimana untuk zona merah diatas 10 kasus, zona orange 6 sampai dengan 10 kasus, zona kuning 1 sampai dengan 5 kasus dan zona hijau tidak ada kasus.

“Dari hasil rapat koordinasi dengan instansi terkait lainnya, Senin 8 Februari 2021 dipetakan ada dua desa di Tabanan yang masuk kawasan zona merah, dilihat dari kasus tambahan baru terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah tersebut. Kedua desa tersebut yakni Desa Dauh Peken, kecamatan Tabanan dan desa Banjar Anyar, kecamatan Kediri,” ungkapnya.

Sementara untuk zona orange ada enam desa yakni di kecamatan Tabanan seperti desa Dajan Peken, desa Delod Peken , desa Gubug dan desa Bongan. Di kecamatan Kerambitan adalah desa Samsam. Dan di Kecamatan Kediri adalah desa Nyambu. Untuk zona Orange ada di 53 desa dan selebihnya sudah masuk kawasan zona hijau.

“Untuk pengawasan saat PPKM berskala mikro, di masing-masing desa akan dilakukan Satgas Gotong Royong yang dibentuk sesuai surat edaran bersama Gubernur Bali dengan majelis desa ada,” tandas Gede Susila.

Namun khusus untuk desa yang masuk zona merah maupun orange tentunya akan lebih didukung  Satgas kabupaten agar penyebaran kasus tidak lagi meluas. Hal ini juga sudah diteruksn ke camat dalam pengawasanya.

“Harapannya, tidak ada lagi desa masuk zona merah dan kasus terus menurun sehingga semua desa di tabanan masuk zoan hijau,” pungkasnya. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here