Gelombang Pasang Terjang Perancak, Penangkaran Penyu Kurma Asih Porak-poranda

0
73
RUSAK : Penangkaran Penyu Kurma Asih rusak terkena hantaman gelombang pasang

JEMBRANA- Gelombang pasang (gelompas) menerjang pesisir pantai Perancak, Desa Perancak Kecamatan Jembrana, Senin (1/2/2021) dini hari. Naiknya air laut menjelang pagi hari, bahkan hingga mengenai sejumlah rumah warga dan jalanan desa. Termasuk lokasi Konservasi Penyu Kurma Asih, di Banjar Mekar Sari, tak luput terkena terjangan air pasang.

Air laut mulai naik, sudah berlangsung sejak, Minggu (31/1/2021) malam. Namun, naiknya air masih tertahan tanggul pengaman pantai, yang berada persis di selatan penangkaran Penyu Kurma Asih. Namun menjelang pagi hari, gelombang semakin tinggi bahkan melewati batas tanggul yang terbuat dari batu amor.

“Air laut sampai masuk kepemukiman penduduk, yang sebagian berada di pingir laut, termasuk tempat Konservasi Penyu Kurma Asih,” ungkap Koordinator Konservasi Penyu Kurma Asih Desa Perancak, Wayan Anom Astika Jaya.

Bahkan terjangan gelompas sampai jalanan aspal di desa nelayan itu. Tanda gelombang akan naik paska bulan purnama berlangsung, sudah lebih dulu diantsipasi nelayan setempat dengan menaikan perahu ke tempat yang lebih aman dari bibir pantai. Termasuk nelayan di Mertasari memngamankan perahunya ke lokasi di atas tanggul pengaman pantai.

“Meski gelompas cukup besar, namun tidak sampai merusak maupun menghayutkan perahu nelayan di sana,” katanya.

Anom Astika Jaya mengatakan gelombang pasang mulai berlangsung sejak Minggu (31/1/2021) sekitar pukul 23.30 WITA.

“Tadi menjelang dini hari gelombang naik, tak menerjang penangkaran penyu, juga beberapa rumah yang dekat dengan pantai,” terangnya.

Dikatakan Astika Jaya, gelompas kali ini paling parah, dibandingkan sebelumnya.

“Kalau berkaca dari tahun ketahun, air laut tidak pernah sampai masuk ke rumah. Meski telah dibangun krib di sebagian pantai, namun air tetap lewat,” jelasnya. (ara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here