Sikapi PEN-Pariwisatagate, PHRI Buleleng Imbau Anggota Tetap Tenang

0
228

Dewa Ketut Suardipa


BULELENG – Mencuatnya kasus dugaan penyelewengan bantuan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pariwisata atau PEN-Pariwisatagate, tak hanya membuat prihatin wakil rakyat yang tergabung dalam Komisi II DPRD Kabupaten Buleleng. Dugaan penyelewengan bantuan hibah pemerintah bermodus Markup atau SPJ Fiktif tersebut, juga membuat gundah Ketua Badan Perhimpunan Cabang Pengusaha Hotel dan Restouran (BPC-PHRI) Kabupaten Buleleng, Dewa Ketut Suardipa.

“Sebagai pimpinan dari organisasi pengusaha hotel dan restouran, saya prihatin dan mengajak rekan-rekan agar tetap tenang,” tandas Suardipa, Jumat (22/1/2021).


Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan rekan pengurus, kata pemilik Ranggon Sunset Pantai Penimbangan ini, BPC-PHRI Kabupaten Buleleng juga mengimbau kepada pengusaha hotel dan restouran agar kooperatif bilamana dibutuhkan aparat kejaksaan untuk memberikan keterangan.

“Sebagai warga negara yang baik, saya mengimbau rekan-rekan menghormati proses hukum, kooperatif memberi keterangan yang sebenar-benarnya kepada aparat kejaksaan bilamana dibutuhkan,” tandasnya.

Proses hukum, hendaknya dimaknai sebagai upaya pembelajaran dalam mengelola dana bantuan untuk kemanusiaan, pemulihan ekonomi nasional yang terpuruk akibat dampak Pandemi Covid-19.

“Sehingga kedepan bisa lebih transparan dan tepat sasaran,” harapnya.


Suardipa yang tersenyum saat mendengar pejabat Dispar Buleleng ‘dum-duman’ (terima pembagian,red) uang Rp. 5 Juta/orang dari hasil pengaturan SPJ PEN Pariwisata, juga mengajak pengusaha hotel dan restouran agar tetap mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional bidang pariwisata.

“Rekan-rekan pengusaha hotel dan restouran kami ajak dan imbau agar tetap mendukung program pemulihan ekonomi nasional. Jangan takut, yang penting sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku, termasuk disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) berbasis CHSE, Cleanliness (kebersihan),Health (kesehatan), Safety (keamanan) dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan) sebagai syarat wajib bagi usaha hotel dan restouran,” tandas Suardipa sembari menyebutkan sebagian besar anggota PHRI Buleleng sudah memiliki sertipikat CHSE. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here