Positif Corona, Seorang Perawat BRSU Tabanan Meninggal

0
150
ilustrasi

TABANAN – Dunia medis di Tabanan berduka. Seorang perawat yang bertugas di poli penyakit dalam BRSU Tabanan meninggal akibat terpapar Covid-19. Almarhum sempat menjalani isolasi di RSPTN Udayana. Ucapan bela sungkawa ramai di media sosial. Ini merupakan kasus kematian pertama tenaga medis akibat terkonfirmasi positif Covid-19 di Tabanan.

Direktur BRSU Tabanan, dr. I Nyoman Susila saat dikonfirmasi membenarkan, salah satu perawat senior yang bertugas di BRSU Tabanan bernama Ni Putu DAS (41) meninggal pada Senin (18/1/2021) dini hari sekitar pukul 04.00 WITA. Almarhum, lanjut empat dikonfirmasi terpapar Covid-19 sejak  9 Januari 2021, dengan gejala demam.

“Saat itu muncul gejala demam langsung swab, hasilnya positif dan bersangkutan jalani isolasi di RS Nyitdah,” terangnya.

Namun, selama menjalani perawatan di ruang isolasi di RS Nyitdah kondisi almarhum asal Negara yang menikah ke desa Kaba-Kaba, kecamatan Kediri ini terus menurun. Segala terapi pengobatan sudah dilakukan, namun kondisi bersangkutan terus menurun.

“Dengan berbagai pertimbangan dari tim dokter, akhirnya pasien dirujuk ke RSPTN Udayana 13 Januari 2021,” jelasnya.

Begitupun upaya pengobatan dengan terapi plasma juga dilakukan, namun sayangnya kondisi pasien tetap memburuk lantaran sesak.

“Dua hari lalu diputuskan untuk terapi plasma, dan rencananya hari ini (Senin) juga diberikan lagi, namun pasien meninggal dan tadi (kemarin) langsung dikremasi,” ucapnya.

Disinggung apakah almarhum memiliki komorbid (penyakit penyerta), dr.Susila mengatakan, saat kecil memang yang bersangkutan memiliki penyakit sesak (asma), namun penyakit itu sudah sembuh dan tidak pernah kumat lagi. Kepastian dari mana yang bersangkutan terpapar, pihak rumah sakit dan Satgas bidang kesehatan juga telah melakukan tracing kontak erat.

“Belum diketahui dimana (almarhum) terpapar dan masih dilakukan tracing kontak erat,” tegasnya.

Selain kematian seorang perawat BRSU Tabanan, ada juga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal. Dari data Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan, seorang perempuan berusia 28 tahun asal Biaung, Penebel meninggal 15 Januari 2021 lalu namun baru dirilis Senin kemarin. Pasien  masuk rumah sakit Semara Ratih, Luwus, Baturiti 13 Januari 2021 dengan keluhan diabetes melitus, gangguan paru dan gangguan jantung. Setelah diswab hasilnya positif Covid-19 sehingga dirujuk ke RS Sanglah 14 Januari 2021. Sehari dirawat korban akhirnya meninggal. Dengan demikian total pasien terkonfirmasi positif yang meninggal di Tabanan menjadi 72 orang.(jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here