Cegah Klaster Baru, Satpol PP Buleleng Ditracing, Dua Lokasi Dijaga Ketat

0
235
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana

BULELENG – Adanya seorang pejabat di Kantor Satuan Polisi Pamomg Praja (Satpol-PP) yang meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19, disikapi serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng.

Selain desinfeksi, untuk mencegah munculnya klaster baru, Pemkab Buleleng melalui Satuan Tugas Percepatan Penanganan (Satgas-PP) Covid-19 Kabupaten Buleleng juga sudah melakukan tracing dan test antigen. Bahkan, Bupati Buleleng melalui Surat Edaran No. 360/193/Pem/I/2021 tentang Pengendalian Covid-19 khusus untuk di wilayah Desa Pancasari dan Kelurahan Banyuning.

“Bukan penutupan ya, tapi pembatasan kegiatan dan mengingatkan masyarakat untuk lebih taat dan displin menerapkan protokol kesehatan,” tandas Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Kamis (14/1/2021).

Selain peningkatan pengawasan aktivitas oleh Satgas-PP Covid-19 bersama aparat TNI/Polri, kata Suradnyana, Tim Medis Satgas-PP Covid-19 Kabupaten Buleleng juga sudah melakukan tracing dan rapid test antigen. Dari hasil tracing yang dilakukan tim surveilans terhadap pihak yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien, ada sekitar 57 orang yang di Banjar Dinas Buyan Desa Pancasari yang menjalani Rapid Test Antigen, sementara di Kelurahan Banyuning itu sekitar 80-an orang.

“Karena pakai Rapid Antigen, hasilnya kan lebih cepat. Mudah-mudahan hasilnya nanti kita ketahui, dan harapan saya tidak banyak yang positif, sehingga penyebaran Covid-19 tidak semakin luas,” tandas Bupati Suradnyana sembari mengajak dan mengimbau warga masyarakat agar tidak lengah, tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan meski sudah ada vaksin Covid-19.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here