Wujudkan Kedaulatan Pangan, Buleleng Lakukan Penguatan Subak

0
75
Wabup Nyoman Sutjidra

BULELENG – Upaya mewujudkan kedaulatan pangan rakyat sebagaimana diinstruksikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat memimpin Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2021, segera dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. Selain pemenuhan sarana prasarana dan dukungan anggaran, Pemkab Buleleng melalui Dinas Pertanian (Distan) juga akan melakukan penguatan subak.

“Upaya penguatan subak dilakukan untuk pemenuhan ketersediaan air untuk pertanian, sehingga pemberdayaan potensi pertanian yang kita miliki dapat dilakukan secara maksimal,” tandas Wakil Bupati (Wabup) Buleleng I Nyoman Sutjidra, Senin (11/1/2021) usai mengikuti Rakernas Daring Pembangunan Pertanian Tahun 2021.

Penguatan subak dan pemberdayaan petani, kata Sutjidra, merupakan program prioritas Pemkab Buleleng yang sangat sejalan dengan instruksi Presiden Republik Indonesia yakni terwujudnya Kedaulatan Pangan Rakyat Indonesia.

“Produksi pertanian dan pangan yang saat ini sangat berkurang mengakibatkan harga menjadi mahal, sehingga tadi beliau (Presiden Jikowi,red) menekankan potensi yang kita miliki, diseluruh Indonesia diberdayakan untuk bisa mencapai kedaulatan pangan,” jelasnya.

Bagaimana ketersediaan pangan selain beras, seperti ubi, jagung, shorgun, sagu dan yang lainnya dapat terpenuhi disetiap daerah.

“Dan lagi, menekankan tentang hilirisasi daripada pertanian, sehingga dapat menjadi nilai tambah bagi petani,” tandasnya.

Ditambahkan Sutjidra, dari hasil diskusi dengan Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Buleleng, pendataan subak sudah dilakukan, baik dari segi pengairan, pengelolaan lahan maupun produksi.

“Dari hasil pendataan maupun identifikasi sebagian besar laporannya bagus, tapi ada juga beberapa subak yang memerlukan perbaikan saluran irigasi, penyiapan bibit dan ketersediaan pupuk. Pelemik yang ada dipetani ini akan kita diskusikan dan carikan solusinya sehingga para petani tatap bergairah menjadi petani dan menciptakan lumbung pangan di daerahnya,” tandas Sutjidra sembari menyebutkan, selain pangan pokok, petani juga akan disuport untuk mengembangkan produksi pangan alternatif.”Seperti jagung gembal, shorgun yang memang sangat potesial,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here