
MANGUPURA – Paska penetapan nomer urut, persaingan antara calon perbekel yang ikut dalam pilkel serentak di Badung mulai memanas. Para calon perbekel kabarnya mulai saling klaim mendapatkan restu dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Benarkah?
Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (PMD) Badung Komang Budi Argawa yang dikonfirmasi, Minggu (10/1), mengaku, secara langsung pihaknya memang belum sempat mendengar adanya calon perbekel yang mengklaim mendapat dukungan dari Bupati Giri Prasta. Akan tetapi kalau memang itu terjadi, dia menegaskan hal itu tidak boleh terjadi.
“Saya sudah mendapat arahan langsung dari pimpinan (bupati). Beliau menegaskan demokrasi harus berjalan dalam pilkel serentak di Badung, aturan harus dilaksanakan secara utuh. Selaku pimpinan daerah, Bupati menegaskan berada ditengah-tengah, milik seluruh masyarakat Kabupaten Badung,”tegasnya. Bupati lanjut Budi Argawa, mengatakan masyarakat Badung sudah jeli dalam memilih pemimpinnya. “Kalau memang dinilai baik dan mampu, pasti akan dipilih,”imbuhnya.
Maka apabila ada calon perbekel mengklaim mendapat dukungan dari Bupati, pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak mempercayainya. Untuk menghindari klaim dukungan, pihaknya juga telah menyiapkan baliho untuk seluruh calon perbekel. “Calon perbekel dilarang memasang baliho sendiri. Kita sudah siapkan, kita juga yang akan memasang dan membongkarnya nanti. Lokasinya kita juga yang telah menentukan,”katanya.
Pelaksanaan kampanye sendiri kata dia, akan berlangsung hanya selama 3 hari yaitu 1 -3 Februari 2021. “Saat kampanye perbekel harus beradu program dan gagasan untuk memajukan desa,”ujarnya. Setelah masa kampanye akan dilanjutkan dengan masa tenang, sebelum pencoblosan yang akan dilaksanakan tanggal 7 Februar 2021.
Seperti diketahui sebanyak 34 desa akan melaksanakan pilkel serentak, yang diikuti sebanyak 110 orang calon perbekel. Dengan perincian 2 calon perbekel ada 14 desa, 3 calon perbekel ada di 4 desa, 4 calon perbekel di 8 desa dan 5 calon perbekel di 7 desa. (lit)








