Selamatkan LPD Pakraman Anturan, Bupati Buleleng Beri Solusi

0
180
Bupati Buleleng I Putu Agus Suradnyana

BULELENG – Desakan nasabah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Pakraman Anturan untuk menarik simpanan baik berupa tabungan maupun deposito, mendapatkan perhatian khusus Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Agar tidak terjadi rush dan untuk menyelamatkan lembaga yang diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat adat di Bali tersebut, semua pihak terkait diundang untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik.

“Saya mengundang baik Prebekel, Kelian Desa Adat, dan Prajuru LPD Anturan serta LP-LPD, BKS-LPD Kabupaten Buleleng serta pihak terkait lainnya untuk membahas dan mencari solusi terbaik,” tandas Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Kamis (07/01/2021).

Dari hasil rapat yang juga melibatkan pejabat dari Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali dan LP-LPD Provinsi Bali, semua sepakat untuk bersama-sama berupaya menyelamatkan keberadaan LPD, khususnya LPD Pakraman Anturan yang mengalami persoalan likuiditas akibat terjadinya rush.

“Ada beberapa langkah disepakati untuk menyelesaikan persoalan LPD Anturan yang dipicu terjadinya rush, pengambilan dana oleh nasabah secara bersar-besaran masa Pandemi Covid-19.” ungkapnya.

Pertama, segala pelayanan LPD Pakraman Anturan ditutup selama 1 bulan.

“Dalam satu bulan, LPD Anturan tidak melakukan pelayanan, sehingga audit investigasi yang di lakukan oleh auditor independen dapat melakukan tugasnya dengan baik, sebagai langkah kedua,” jelasnya.

Pada pelaksanaan audit, kata Suradnyana, Pamucuk dan semua prajuru LPD Pakraman Anturan ditugaskan untuk  membantu auditor independen yang akan difasilitasi Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali.

“Pemucuk dan seluruh prajuru diminta untuk membantu kelancaran pelaksanaan audit, seperti penyediaan berkas dan data  lainnya sehingga lebih akurat dan cepat selesai,” tegasnya.

Hasil audit yang dilakukan auditor independen akan dibahas oleh Tim Penyelamatan LPD Kabupaten Buleleng untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Dari hasil itu, bisa diketahui likuiditas LPD Pakraman Anturan dalam memenuhi kewajiban terhadap nasabah, termasuk skema penyelesaian permasalahan,” tandas Suradnyana. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here