Pemucuk LPD Anturan Pasrah

0
84

BULELENG – Upaya penyelamatan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Pakraman Anturan yang dilakukan Bupati Buleleng Putu Suradnyana bersama Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali dan LP-LPD Provinsi Bali serta BKS dan LP-LPD Kabupaten Buleleng,tak pelak membuat Pemucuk LPD Pakraman Anturan, Komang Artha sumringah. Selain mendukung audit investigasi, Pemucuk LPD Pakraman Anturan yang hampir 10 bulan terakhir sibuk menyelesaikan persoalan ini juga menyatakan pasrah.

“Selain mendukung pelaksanaan audit ini, saya juga pasrah menjalani proses dari penyelamatan LPD Pakraman Anturan ini, apaapun yang terkaji,” tandas Komang Artha, Kamis (07/01/2021).

Didampingi kuasa hukumnya, Kadek Dony Riana, Pemucuk LPD Anturan sejak tahun 2013 ini berharap masalah LPD Anturan yang dipicu rush, sejak terjadinya Pandemi Covid-19 segera berakhir dengan solusi terbaik.

“Saya berharap persoalan LPD segera selesai melalui audit investigasi yang dilakukan auditor independent,” tandasnya.

Sesuai dengan laporan per 31 Desember 2020, kondisi utang LPD Anturan sekitar Rp 200 Miliar.

“Sementara kolektibilitas pinjaman sebesar Rp 196,581 Miliar terhadap 1.815 debitur, dengan rincian yang lancar sebanyak 140 orang senilai Rp 354,776 Juta, kurang lancar 155 orang senilai Rp 150,531 Miliar, diragukan 56 orang senilai Rp 1,947 Miliar dan yang macet 1.464 orang senilai Rp 43,746 Miliar,” urainya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here