Nakes dan Pimpinan Daerah Prioritas Mendapatkan Vaksinasi Covid-19

0
50

DENPASAR – Pemerintah Pusat memberikan perhatian yang cukup besar terhadap Pemerintah Provinsi Bali. Terbukti, Bali mendapatkan porsi yang cukup 31. 000 Vial Vaksin Covid-19 dan jumlah tersebut jauh lebih besar kalau dibandingkan daerah lain. Vaksin hasil produksi Sinovac yang di kirim oleh Biofarma, Bandung sudah tiba di Bali pada Selasa (05/1/2021) dinihari di Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang diterima langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Pangdam IX Udayana, Kapolda Bali, Sekda Provinsi Bali dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya.

Menurut Gubernur Bali Wayan Koster, pemberian vaksin ini akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Kemudian prioritas TNI, Polri dan Satpol PP dan pejabat akan masuk dalam kelompok pertama (1) untuk mendapatkan vaksin.

“Gubernur, Pangdam, Kapolda, Sekda, Bupati Walikota, Kapolres menjadi kelompok satu mendapatkan vaksin. Termasuk pimpinan DPRD dan anggotanya semua menjadi kelompok satu mendapatkan vaksin,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan persnya di Balai Gajah, Rumah Jabatan Gubernur Denpasar, Selasa (05/01/2021).

Mengenai pelaksanaan vakisnasi akan dilakukan oleh petugas kesehatan, namun kapan waktu pelaksanaannya belum pasti melainkan masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.

Gubernur Koster mengatakan dalam setiap rapat dengan pemerintah pusat khususnya dalam penanganan Covid-19, selalu menyampaikan Bali menjadi destinasi dunia. Sebagai daerah tujuan wisata, diminta pemberian vaksin menjadi pripritas dan porsi yang lebih besar bersama daerah lainnya.

“Terus terang dalam rapat Covid, pemulihan pariwisata, gubernur selalu menyampaikan karena Bali sebagai destinasi dunia, pemberian vaksin dijadikan prioritas. Karena Bali menjadi proritas dan perhatian pusat, apa-apa yang dibutuhkan dalam penanganan Covid selalu diberikan dengan cepat,”bebernya sembari menambahkan Bali dalam penanganan Covid selalu menjadi prioritas, demikian juga dengan vaksin, Bali mendapatkan 31 ribu vial vaksin.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan dr. Ketut Suarjaya menyampaikan, semua anggaran vaksinasi dianggarkan oleh pemerintah pusat termasuk logistik yang diperlukan.

“Berapa besarannya, saya tidak tahu, semua oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Sementara dalam penanganan Covid-19 di Bali, Pemprov Bali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 miliar dalam APBD 2021. Kalau tahun sebelumnya Rp 30-an Miliar, ketika kasus Covid mengalami peningkatan dapat menggunakan anggaran tidak terduga. Untuk tahun 2021 dianggarkan sebesar Rp 50 Miliar.

“Kalau anggaran itu nantinya dinilai masih kurang, dipastikan akan dilakukan refocusing kembali terhadap anggaran penanganan Covid-19,” pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here