Nenek Rampin Ditemukan Tewas

0
153
Petugas mengevakuasi mayat perempuan yang diduga kuat Nenek Rampin

TABANAN – Setelah lima hari dinyatakan menghilang dari rumahnya, mayat perempuan yang diduga Nenek Ni Ketut Rampin (90) asal banjar Tuka, Desa Perean, Baturiti, temukan di sebuah tegalan milik warga di Banjar Perean, Desa Perean Kauh, Baturiti, Jumat (01/01/2021). Mayat perempuan yang ciri-cirinya sesuai dengan nenek Ramping ditemukan pertama kali warga Banjar Perean I Nyoman Sutama (50) sekitar Pukuk 09.00 WITA saat hendak menyabit rumput. untuk memastikan, mayat korbandibawa ke RS sanglah untuk identifikasi.

Kapolsek Baturiti, AKP Fachmi Hamdani saat dikonfirmasi perihal temuan mayat tersebut mengatakan, jasad pertama kali diketahui saksi Nyoman Sutama, warga setempat yang hendak menyabit rumput. Saat itu, saksi merasa curiga lantaran bau tidak sedap yang sangat menyengat di areal dirinya mencari rumput. Saksi berusaha mencari sumber bau tersebut dan didapati jasad seorang perempuan. lokasi penemuan sekitar 600 meter dari rumah korban di banjar Tuka, Desa perean tengah, baturiti. Minggu (27/12/2020) lalu.

Kaget akan apa yang dilihatnya, saksi berusaha mencari pemilik lahan tempat ditemukannya jasad tersebut, namun yang bersangkutan tidak ketemu. Saksi kemudian memberitahu sejumlah warga yang melintas dan melaporkan ke Kepala Dusun Perean I Nyoman Pinda. Selanjutnya mengecek ke lokasi temuan untuk lebih memastikan, barulah lanjut melaporkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Baturiti AKP Fachmi Hamdani langsung menuju lokasi bersama unit reskrim, BPBD dan Basarnas, melakukan olah TKP dan mayat dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit Sanglah untuk identifikasi jenazah.

“Kami langsung ke TKP dan benar ditemukan jasad perempuan,” sebutnya.

Dugaan sementara, jasad tersebut lanjut kata AKP Fachi adalah nenek yang sempat dilaporkan hilang Minggu (27/12), ini dikuatkan dengan ciri ciri fisik dan baju yang digunakan. Namun sesuai dengan prosedur kepolisian, jasad tersebut tetap dibawa ke RS Sanglah Denpasar untuk dilakukan identifikasi dan isum.

“Sementara ada keluarga yang menyatakan, jasad itu adalah orang hilang kemarin dengan melihat pakaian dan selendang yang digunakan, tapi kami ingin lebih memastikan lagi, karena ada bagian fisik yang sudah membusuk,” jelas AKP Fachmi. (jon)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here