Tegas! Tidak Ada Pesta Tahun Baru 2021 di Buleleng

0
51
Didampingi Wabup Sutjidra dan Sekda Suyasa, Bupati Suradnyana tegaskan tidak ada pesta tahun baru di Buleleng

BULELENG – Meskipun masuk dalam Zone Oranye atau wilayah penyebaran Covid-19 dengan resiko sedang, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana secara tegas menyatakan, tidak ada ‘pesta’ atau perayaan pergantian malam tahun baru 2021.

Selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan (Satgas-PP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, Bupati Suradnyana menegaskan Pemkab Buleleng akan melaksanakan seluruh ketentuan, aturan dan kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi terkait upaya pencegahan dan pengendalian Pandemi Covid-19.

“Pemkab Buleleng tidak melaksanakan acara peringatan malam tahun baru dan melarang perayaan malam tahun baru oleh masyarakat, untuk menghindari terjadinya kerumunan,”tandas Bupati Suradnyana, Rabu (30/12/2020) usai memimpin rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Buleleng.

Kebijakan tersebut, kata Suradnyana merupakan tindaklanjut dari instruksi maupun surat edaran yang dikeluarkan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali.

“Sesuai hasil rapat tadi, kami bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah sepakat untuk melaksanakan seluruh ketentuan sebagaimana diinstruksikan pemerintah pusat, terkait larangan kegiatan peringatan malam tahun baru yang dapat menimbulkan kerumunan, konvoi, dan pesta kembang api,” tegasnya.

Untuk menjaga kondusifitas wilayah, Satgas-PP Covid-19 Kabupaten Buleleng bersama TNI/Polri dan instansi terkait akan melaksanakan operasi pengamanan sekaligus penertiban bilamana ditemukan adanya pelanggaran.

Bupati Suradnyana mengajak dan mengimbau seluruh warga masyarakat di Kabupaten Buleleng untuk patuh dan mengikuti instruksi dari pemerintah pusat dalam upaya pencegahan dan pengendalian Pandemi Covid-19.

“Tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan, lakukan 3M, Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan sebagai kebiasaan era baru, adaptasi ditengah Pandemi Covid-19. Terlebih saat ini ada informasi terkait penyebaran varian baru dari Covid-19, sehingga pemerintah menutup pintu masuk Indonesia bagi WNA dari seluruh negara,” tandas Suradnyana. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here