Sinergi dengan OPD, Pramuka Buleleng Gelar Desinfeksi dan Edukasi Prokes

0
184


BULELENG – Adanya trend peningkatan kasus terkonfirmasi dan jumlah kasus meninggal dunia di Kabupaten Buleleng mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng. Selain menggencarkan sosialisasi dan edukasi pentingnya penerapan Protokol Kesehatan (Prokes), melalui sinergitas dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng juga melakukan ‘desinfeksi’ (penyemprotan desinfektan,red).

“Kegiatan sinergitas Pemkab Buleleng dengan Gerakan Pramuka ini dilakukan mengingat angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Buleleng masih naik turun, fluktuatif,” tandas Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng, Gede Suyasa, Sabtu (26/12/2020) sebelum melepas peserta kegiatan di Gedung Pramuka Kumarasthana Singaraja.

Melalui kegiatan sosialisasi edukatif dan ‘disinfeksi’ yang menyasar tempat keramaian seperti pasar, kawasan pariwisata dan tempat umum lainnya, kata Suyasa yang juga Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Penanganan (Satgas-PP) Covid-19 Buleleng, upaya pencegahan, memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dapat dilakukan lebih maksimal.

“Mudah-mudahan dengan diadakannya kegiatan ini, kasus Covid-19 di Kabupaten Buleleng bisa landai kembali. Kami dari pemerintah yakin, tingkat penyebaran atau penularan Covid-19 bisa dikurangi, jika seluruh lapisan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat, terutama disiplin 3M, Memakai Masker,Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan,” tandas Suyasa sembari berharap melalui kegiatan yang diinisiasi Pramuka Peduli Kwarcab Buleleng ini dapat menggugah kesadaran tentang pentingnya penerapan Prokes.

Salah satu bentuk dari adaptasi tatanan kehidupan era baru, kata Suyasa yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, penerapan prokes secara disiplin oleh warga masyarakat, terbukti dapat merubah status penyebaran Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

“Sempat barada pada Zone Merah (daerah dengan resiko tinggi penyebaran Covid-19,red) menjadi Zone Oranye (daerah dengan resiko sedang,red), bahkan Zone Kuning (daerah dengan resiko rendah,red) selama hampir 3 bulan lebih. Dan saat ini, Buleleng berada di Zone Oranye,” terangnya.

Perubahan status penyebaran Covid-19 yang ditetapkan Satgas-PP Covid-19 Nasional, merupakan salah satu variabel yang dapat menunjukkan kedisiplinan masyarakat menerapkan prokes.”Dan kedisiplinan masyarakat Buleleng menerapkan prokes cukup tinggi, namun harus dijaga dan berkelanjutan,” tandasnya.

Sementara Ketua Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Buleleng, Ketut Susila Widiarsana melalui laporan tertulis memaparkan, kegiatan pembagian masker dan sosialisasi edukatif dilakukan pada beberapa titik yaitu di Taman Kota Singaraja, Kawasan Wisata Eks Pelabuhan Buleleng, Kawasan Wisata Pantai Penimbangan dan tempat keramaian diseputaran Kota Singaraja.

“Dengan menggunakan empat unit mobil dari Setda Kabupaten Buleleng Dinas Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, kegiatan desinfeksi di lakukan serentak dan secara terpisah sesuai area yang ditentukan,” tandasnya.

Kegiatan desinfeksi diseputaran Kota Singaraja dan Desa Kalianget Kecamatan Seririt ini bertujuan mengingatkan masyarakat bahwa Pandemi Covid-19 belum berakhir, sekaligus mengajak masyarakat agar tetap disiplin menerapkan Prokes.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here