Alumni Gadjah Mada Tanam Bambu Berbarcode di Hutam Bambu Desa Bangli

0
126
Alumni Universitas Gadjah Mada asal Bali tanam bambu ber-barcode di Desa Bangli, Baturiti

TABANAN – Sebanyak 77 pohon bambu dari berbagai jenis ditanam di hutan bambu di Banjar Dinas Sandan, Desa Bangli, Baturiti, Minggu, (20/12/2020). Penanaman pohon bambu tersebut dilakukan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Bali. Menariknya, bambu yang ditanam diberi barcode yang berisi data tentang bambu tersebut.

Kegiatan konservasi penanaman pohon bambu dimulai sekitar pukul 09.00 pagi. Selain dihadiri para alumni dari Kagama tampak hadir pula Sekjen PP Kagama Pusat Anak Agung Ari Dwipayana yang juga selaku Staf Khusus Presiden, Ketua Pengda Kagama Bali Gusti Ngurah Agung Diatmika, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Perbekel Desa Bangli, tokoh masyarakat dan adat Desa Bangli.

Sekjen PP Kagama Pusat Anak Agung Ari Dwipayana mengatakan bambu sejatinya sudah dikenal lama masyarakat Bali dan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua upakara di Bali memakai bambu. Begitu dengan arsitektur Bali tidak bisa terlepas dari bambu.

“Kami harus lakukan upaya langkah konservasi dan edukasi kepada masyarakat. Sisi konservasi masyarakat disini sudah menjaga hutan desa dan ketersedian air. Kemudian upaya edukasi yang harus kami meningakatkan pemahaman masyakat khusus pada wernesnya. Agar masyarakat mengetahui jenis dari berbagai bambu dan fungsinya sebagai apa saja. Kami juga ingin ekonomi konservasi, jadi bambu tak hanya ditanam tetapi juga memberikan asas manfaat,” katanya.

Menariknya, setiap bambu atau rumput bambu yang ditanam diberikan QR code atau barcode. Barcode ini kemudian di scan dengan aplikasi yang sudah ditentukan. Sehingga rumpun yang sudah diberikan barcode masyarakat nantinya bisa mendapat informasi yang lebih dalam dan detail mengenai apa saja jenis bambu, di lokasi dimana saja tumbuh dengan jenis itu. Kemudian juga mengetahu fungsi bambu dari jenis bambu. Unik lagi barcode ini untuk dapat mengetahui sejarah bambu dan pertumbuhan bambu sejak dilakukan penanaman. Sehingga memudahkan pihaknya dalam memberikan fungsi edukasi kepada masyarakat yang bergerak dalam upaya konservasi.


“Apalagi masyarakat sekarang masyarakat sudah banyak menggunakan dunia teknologi dengan menggunakan handphone pintar. Jadi kami tak perlu repot dan susah memberikan edukasi konservasi bambu. Karena bambu telah dipasang barcode,” bebernya.

Ary mengaku ada sebanyak 31 jenis varietas bambu, dengan jumlah total bambu yang ditanam sekitar 77 bibit pada hutan bambu Desa Bangli seluas 400 hektar. “Kami juga ingin hutan bambu Desa Bangli tanam berbagai jenis bambu dari nusantara. Masyarakat desa tahu jenis bambu di Indonesia sebagai upaya penghijauan kelestarian lingkungan,” tandasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama yang juga tokoh masyarakat Tabanan mengatakan, konservasi tanaman bambu di Desa Bangli dimulai sejak tahun 2004 lalu. Awalnya hutan pada lokasi penanaman bambu kondisi cukup memprihatinkan gundul. Bahkan program ini mampu mengantarnya meraih Kalpataru. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here