Bawaslu Tindaklanjuti Temuan Pelanggaran Coblos Dua Kali

0
80

Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Adi Mulyawan

JEMBRANA-Adanya temuan, seorang pemilih, dua kali melakukan pencoblosan dipilkada Jembrana 9 Desember 2020, yang baru saja berlalu disikapi Bawaslu Jembrana, Senin (14/12/2020). Dugaan pelanggaran pencoblosan dua kali dilakukan seorang pemilih perempuan di TPS 8 dan 9 di Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara saat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana.
Atas temuan dugaan pelangaran coblos 2 kali,yang termasuk pelangaran pidana.

“Hari ini Bawaslu Jembrana memulai memanggil para saksi.Terdapat tiga orang saksi yang dipangil, ” terang Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Adi Mulyawan. Ketiga saksi yang dipangil merupakan dua orang petugas KPPS di TPS 8 dan 9 di Kelurahan Lelateng,” serta wanita yang mencoblos dua kali,” jelasnya.


Pemeriksaan saksi saksi tadi berlangsung 1,30 menit, mulai pukul 09 hingga 11 00 Wita. dengan 20 pertanyaan.


“Setelah ini Bawaslu akan melakukan pengkajian bersama pihak kepolisian dan kejaksaan yang tergabung dalam sentra Gakumdu. Mudah-mudahan segera bisa ditetapkan statusnya terhadap temuan pelanggaran pencoblosan dua kali tersebut,” tegasnya.


Dikatakan Pande pihaknya tidak bisa menyampaikan hasil klarifikasi karena akan digunakan dasar untuk membuat kajian dan status pelanggaran.

“Yang jelas tadi ada 20 pertanyaan yang diajukan kepada terduga pelaku,” jelasnya.


Terhadap dugaan pelanggaran ini, Pande Adi menyebutkan hal ini termasuk pelanggaran pidana pasal 178 B UU Pilkada dengan ancaman pidana minimal 36 bulan dan maksinal 72 bulan plus denda. Informasi dikumpulkan kasus ini berawal dari adanya dua orang pemilih bernama sama. Dan secara kebetulan diberikan kepada satu orang. Sehingga penerima menggunakan surat panggilan yang berbeda tersebut mencoblos di TPS berbeda atau dua kali. (ara).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here