
BULELENG – Deklarasi warga masyatakat Desa Jinengdalem Kecamatan Buleleng untuk mewujudkan Desa Open Defecation Free (ODF) atau desa bebas dari prilaku masyarakat yang buang air sembarangan, mendapat apreasiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. Selain menyehatkan, tekad dan ikrar untuk mewujudkan Jinengdalem sebagai Desa ODF juga diharapkan dapat membuat warga masyarakat semakin sejahtera. Karena, untuk mewujudkan Desa ODF, sanitasi lingkungan harus baik.
“Dengan sanitasi yang baik, masyarakat menjadi sehat dan beraktifitas lebih baik untuk mewujudkan kesejahteraan. Jangan berhenti di deklarasi saja, tapi harus diterapkan dalam keseharian masyarakat, dan saya optimis Jenengdalem berhasil,” tandas Asisten I Setda Buleleng, Putu Karuna, Senin (7/12/2020) saat mewakili Bupati Buleleng menyaksikan Deklarasi Jinengdalam Menuju Desa ODF yang di Aula Kantor BUMDes Desa Jinangdalem.
Hal senada diungkapkan Prebekel Desa Jinangdalem Kecamatan Buleleng, Ketut Mas Budarma. Bersama 1.018 Kepala Keluarga (KK) yang telah memiliki jamban serta didukung oleh BUMDes dalam penyediaan sarana prasarana, Prebekel Budarma mengaku yakin dapat mewujudkan Jinangdalem Desa ODF.
“Sanitasi merupakan salah satu faktor yang menjadi perhatian kami dalam mewujudkan masyarakat desa yang sehat dan sejahtera,” tandasnya.
Dengan dukungan BUMDes, akses masyaraka untuk memiliki jamban tidak masalah.
“Saat ini, kami berupaya menyadarkan semua masyarakat agar terbiasa menerapkan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Karena, masih banyak yang belum terbiasa sehingga untuk mengentaskan permasalahan ini kami akan melakukannya dengan sosialisasi lebih intens kepada masyarakat,” pungkasnya. (kar)








