
TABANAN – Angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah termasuk Kabupaten Tabanan mengakibatkan sebuah pohon boni dengan diameter 80 centimeter tumbang di simpang tiga Banjar Selemadeg Kaja, Desa/Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Senin (7/12/2020) siang. Akibat kejadian tersebut, batang kayu sempat menutupi badan jalan serta memutus jaringan kabel listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tumbangnya pohon boni tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WITA. Tumbangnya pohon tersebut lantaran adanya angin kencang yang terjadi di wilayah Tabanan. Selain itu juga lantaran kondisi batang pohon bagian bawah yang sudah rapuh karena dimakan usia. Pohon tersebut menutup jalan sehingga lalu lintas sempat tersendat beberapa saat, sebelum batang kayu berhasil dievakuasi.
Pasca kejadian tersebut, masyarakat setempat bersama pihak kepolisian dari Polsek Selemadeg melakukan evakuasi dengan cara memotong kayu yang menutupi badan jalan. Selain itu, pihak Polsek Selemadeg juga sudah berkoordinasi dengan pihak PLN Rayon Tabanan untuk segera melakukan penanganan saluran listrik.
“Barusan kejadiannya. Beruntung tak ada korban jiwa, tapi sempat menutupi badan jalan dan mengakibatkan jaringan kabel listrik putus,” kata Kapolsek Selemadeg, AKP I Kade Ardika.
Dikatakan, pihaknya sudah melakukan evakuasi pohon tersebut dengan cara memotongnya dan juga sudah mengkomunikasikannya dengan PLN Tabanan terkait adanya jaringan kabel yang putus.
“Penanganan sekitar hampir satu jam. Sekarang sudah normal dan jalan sudah dibuka,” katanya.
Pohon dan tiang listrik tumbang juga dilaporkan terjadi di Jalan Raya Denpasar-Singaraja, Banjar Taman Tanda, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Minggu (6/12/2020) malam sekitar pukul 22.00 WITA. Pohon yang berdiameter kurang lebih 1 meter tersebut juga sampai menutupi badan jalan mengenai kabel listrik sehingga salah satu tiang listrik ikut tumbang menutup jalan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan kebetulan tidak ada yang melintas. Evakuasi pohon dan tiang listrik tidak bisa dilakukan malam tersebut dengan mempertimbangan resiko angin kencang dan banyak pohon sekitar, tiang listrik yang miring serta keadaan yang gelap. Sehingga petugas melakukan evakuasi, Senin (7/12/2020) pagi.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widyatmika ketika dikonfirmasi mengatakan, terkait cuaca ekstrim ini, pihaknya mengimbau masyarakat waspada. Mengingat musim hujan disertai angin ini banyak pohon tumbang. Sehingga, ketika hujan dan angin ini terjadi masyarakat diharapkan untuk menepi sejenak untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Pihaknya juga sudah melakukan perompesan pohon perindang bersama DLH Tabanan.
“Kami mohon masyarakat untuk beristirahat sejenak ketika ada hujan disertai angin sebagai bentuk kewaspadaan. Karena kita tak mengetahui kapan dan dimana peristiwa tersebut bakal terjadi. Dan kami harap semua selamat dan sehat selalu,” imbaunya. (jon)








