
Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra saat kunjungan kerja di Tabanan
TABANAN – Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Tabanan, Jumat (4/12/2020). Kedatangannya langsung disambut Kapolres AKBP Mariichristy Panca Sakti Siregar bersama pejabat utama Polres Tabanan daman juga disambut yel-yel.
Kapolda dalam sambuatannya meminta seluruh anggota pengamanan di TPS untuk menjaga atau menjamin kemananan di lokasi serta memastikan kesehatan masyarakat yang datang. Ditegaskan, jangan sampai masyarakat memiliki kekhawatiran datang ke TPS karena takut terpapar Covid-19.
“Jadi jangan sampai ada kekawatiran masyarakat datang ke TPS. Misalnya ada masyarakat yang berpikiran nanti saya di lokasi (TPS) akan terpapar Covid-19. Sehingga kami ingatkan, selalu koordinasi dengan penyelenggara pemilihan di tempat masing masing untuk menjalankan prokes 3M secara ketat. Prokes harus dipatuhi dengan benar,” tegas Kapolda Irjen Pol Jayan Danu Putra.
Irjen Pol Putu Jayan Danu juga menegaskan agar tetap menghindari kerumunan massa di masing-masing TPS. Jika melihat ada kerumunan agar langsung dilakukan pengaturan jaga jarak. Untuk memberikan keamanan jalannya Pilkada, disiagakan 1 orang anggota setiap 1 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Dia juga menyebutkan, ada 16 TPS yang dinilai rawan. Jumlah tersebut berkaca dari perhelatan Pilpres dan Pileg 2019. Sehingga dari pengalaman tersebut, jumlah TPS tersebut diperketat pengamanan dan berlapis. Selain itu juga bersinergi dengan petugas linmas serta KPPS di masing-masing TPS.
“Semua kami amankan dengan maksimal dengan tingkatan yang berbeda. Yang jelas dengan personel yang ada, semua TPS tercover oleh petugas kita. Minimal setiap TPS ada 1 petugas, tidak ada satu petugas yang mencover 2-3 TPS. Bahkan nanti ada beberapa wilayah yang dijaga dua personel per TPS. Jadi ini menunjukan kami siap mengamankan di setiap TPS,” tegasnya.
“Jika melihat jumlahnya terlalu banyak harus segera diatur. Kemudian masyarakat yang sudah melakukan pencoblosan, diminta balik ke rumahnya masing-masing,” imbuhnya
Selain itu, setiap petugas yang bertugas di setiap TPS ini akan memonitoring pengamanan jika semisalnya ada ancaman kerusuhan atau lainnya. Intinya akan disiapkan pengamanan berlapis dari Polres dan Polda juga. Personel di Polres dan Polda juga sudah standby saat itu. Jika ada anggota yang kondisi badan tidak sehat atau tidak enak badan agar segera lapor ke Kapolres setempat untuk selanjutnya diambil kebijakan.
“Agar anggota tidak memaksakan diri. Karena kita membutuhkan energi yang begitu banyak saat melaksanakan pengamanan. Kami juga nantinya siap mengirim BKO dari Polda dan Polres lain yang tidak melaksanakan Pilkada ke setiap Polres yang mengadakan Pilkada untuk membantu memback up pengamanan Pilkada serentak ini dan tetap jaga netralitas,” ingatnya.
Terkait TPS rawan Kapolres Tabanan mengatakan, kalau hal tersebut berkaca dari pengalaman saat Pileg dan Pilpres 2019.
“Kami ingin memastikan pelaksanaan pencoblosan berjalan aman dan lancar,” tandasnya. (jon)








