
Wabup Sutjidra yang dokter ahli kandungan memeriksa kandungan ibu hamil dengan USG
BULELENG – Upaya mencegah terjadinya peningkatan kasus stunting (kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi,red) gencar dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng bersama stakeholder terkait, salah satunya RS Bali Medd Singaraja.
Melalui program Bali Med Peduli, tim dokter dan paramedis gabungan dari Dinkes Buleleng, Puskesmas Busungbiu dan RS Bali Med menggelar Bhakti Sosial Ultrasonografi (Bhaksos-USG) dengan sasaran ibu hamil.
Sutjidra yang juga Wakil Bupati (Wabup) Buleleng ini menandaskan, Bhaksos-USG yang dilaksanakan secara sinergis Dinkes-Puskesmas-RS Bali Med ini bertujuan untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus stunting di Kabupaten Buleleng akibat dampak Pandemi Covid-19.
“Dampak dari terjadinya Pandemi Covid-19 ini sangat luas, dari terganggunya stabilitas perekonomian juga dapat menimbulkan gizi buruk pada ibu hamil dan secara tidak langsung berpengaruh pada janin yang dikandungnya, sehingga sangat renten mengalami stunting setelah kelahiran,” jelasnya.
Melalui Bhaksos-USG yang digelar Tim Bali Med Peduli bersama Dinkes dan Puskesmas ini diharapkan kasus stunting dapat dicegah melalui deteksi dini kesehatan dan kecukupan gizi ibu hamil.(kar)








