
BADUNG – Desa Adat Kuta kembali menggelontorkan bantuan kepada 2.283 kepala keluarga (KK) yang masing-masing mendapat 25 kg beras dan uang lauk pauk Rp 100 ribu.
Penyerahan bantuan dilaksanakan, Jumat (27/11/2020). “Desa adat bekerja sama dengan LPD untuk bersama-sama membantu meringankan beban krama dalam menghadapi pandemi ini,” kata Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista.
Sistem pembagian bantuan itu diatur sedemikian rupa guna menghindari potensi kerumunan. Wasista menyampaikan, pemberian bantuan tahap keempat itu bisa menjadi kali terakhir karena kondisi keuangan desa adat. Satu sisi, pariwisata yang menjadi sektor tulang punggung dianggap telah berangsur-angsur membaik.”Dana yang sudah kami keluarkan dalam empat kali bantuan ini hampir Rp 4 miliar. Itu bersumber dari kas desa adat dan LPD,” ungkapnya.
Wasista berharap agar pariwisata internasional bisa segera dibuka sehingga perekonomian masyarakat Bali dan di wilayah Kuta khususnya, bisa terselamatkan. “Kami harap itu segera dibuka. Bahkan jika memungkinkan, sebelum liburan Natal dan tahun baru nanti. Tetapi tentunya harus kita barengi dengan kesiapan untuk taat terhadap protokol kesehatan. Jangan sampai libur Natal dan Tahun Baru malah jadi klaster baru,” tandasnya. (adi)








