Bertahan Dizona Kuning, Ini Sebaran Pandemi Covid-19 di Buleleng

0
157
Gede Suyasa

Gede Suyasa


BULELENG – Meskipun masih terjadi kasus meninggal dunia, probable dan terkonfirmasi, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Buleleng dapat dikatakan cendrung melandai. Bahkan, dengan ketaatan dan kedisiplinan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes), dalam dua pekan terakhir Kabupaten Buleleng masih bertahan pada Zona Kuning atau Wilayah Dengan Resiko Rendah Penyebaran Covid-19.

“Sesuai data informasi penyebaran Covid-19 dari Satuan Tugas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 Bali, Buleleng masih berada pada Zone Kuning atau wilayah dengan resiko rendah, ini semua berkat kerja keras semua pihak dan kedisiplinan seluruh warga masyarakat dalam menerapkan Protokol Kesehatan,” tandas Sekretaris Satgas-PP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Jumat (27/11/2020) usai memimpin rapat internal di Kantor Bupati Buleleng.

Meskipun berada pada Zone Kuning, kata Suyasa yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, seluruh warga masyarakat termasuk jajaran pemerintahan dan Satgas-PP Covid-19 tidak boleh lengah.

“Karena sedikit saja kedisiplinan menerapkan prokes berkurang, penyebaran Covid-19 pasti bertambah. Karena, penerapan 3M Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun dan Menjaga Jarak, merupakan bentuk adaptasi kehidupan di tengah terjadinya Pandemi Covid-19,” tegasnya.

Demikian juga dengan Satgas-PP Covid-19, harus tetap siaga melaksanakan 3T, Tracing, Testing dan Treatment dalam penanganan pasien Covid-19.

“Tidak boleh lengah, lengah sedikit ti, semua pihak harus sama-sama mengingatkan bahwa Pandemi Covid-19 masih terjadi dan kita harus tetap disiplin sampai nantinya, vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan diseluruh Indonesia,” tegasnya.

Kenapa Buleleng bisa masuk Zone Kuning ? kata Suyasa, selain adanya jumlah kasus terkonfirmasi, probable, meninggal dunia yang cendrung menurun dan hunian RS untuk perawatan pasien Covid-19 semakin sedikit, sebaran Covid-19 secara kewilayahan juga sangat menentukan.

“Sampai dengan hari ini, sesuai data informasi Tim Medis Satgas-PP Covid-19, total jumlah kasus konfirmasi di Kabupaten Buleleng sebanyak 1.124 kasus, dengan rincian sebanyak 1.046 pasien dinyatakan sembuh, 58 meninggal dunia dan sebanyak 20 pasien masih menjalani perawatan atau isolasi,” ungkapnya.

Secara kewilayahan, sebaran Covid-19 terjadi pada 111 dari 129 desa dan 17 dari 19 kelurahan yang ada di Kabupaten Buleleng.”Kondisi yang terus membaik dan terkendali ini harus kita pertahankan dan tingkatkan dengan menerapkan prokes secara disiplin,” tandasnya.

Data sebaran Covid-19 di Buleleng

Suyasa menambahkan, sesuai data informasi dari Tim Medis Satgas-PP Covid-19, Jumat (27/11/2020) terdapat penambahan 4 kasus konfirmasi dari Kecamatan Sukasada 1 orang, Gerokgak 1 orang dan Buleleng 2 orang. Pasien sembuh 4 orang dari Kecamatan Buleleng 2 orang, Seririt 1 orang dan Tejakula 1 orang. Sehingga akumulasi jumlah kasus konfirmasi Covid-19 sampai dengan Jumat (27/11/2020) menjadi 1.124 orang. Dengan rincian, 1.046 orang sembuh, 58 meninggal dunia, 11 isolasi di Buleleng dan 9 isolasi diluar Buleleng.

Jumlah kumulatif Kasus Suspek sebanyak 1.413 orang, dengan rincian 569 Suspek Konfirmasi, 778 Discarded, 10 Masih dipantau dan 56 Probable. Kumulatif Kontak Erat sebanyak 7.310 orang, dengan rincian 329 Kontak Erat Konfirmasi, 6.616 Discarded dan 78 orang isolasi terpusat/mandiri.

“Kasus kontak erat menjadi Suspek 272 orang dan Konfirmasi Non Suspek atau Kontak Erat sebanyak 226 orang,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here