Sikapi Pembelajaran Tatap Muka, Disdikpora Buleleng Siapkan ‘Skema 4321’

0
36

BULELENG – Rencana pemberlakuan Proses Belajar Mengajar Tatap Muka (PBM-TM) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia disikapi serius Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng. Selain melakukan pendataan terkait jumlah siswa, kesiapan sarana prasarana terutama protokol kesehatan (prokes) serta kesiapan masing-masing sekolah untuk pelaksanaan PBM-TM, Disdikpora Kabupaten Buleleng juga menyiapkan ‘Skema 4321’.

“Kami mengapresiasi pemberlakuan PBM Tatap Muka pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 pada Masa Pandemi Covid-19 ini dengan tetap mengacu pada Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri,” tandas Kadisdikpora Buleleng, Made Astika, Minggu (22/11/2020) usai melaksanakan monitoring ke sejumlah sekolah di Kabupaten Buleleng.

Sesuai SKB Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 dimasa Pandemi Covid-19, kata Astika, pihaknya sudah melaksanakan pendataan dan menyiapkan ‘Skema 4321’ pelaksanaan PBM-TM di Kabupaten Buleleng.

“Pendataan sudah kami lakukan, termasuk sosialisasi SKB-4 Menteri dan Skema 4321 pelaksanaan PBM-TM yang harus dilakukan pihak sekolah,” ungkapnya. Dengan Skema 4321, pihak sekolah wajib meminta ijin terlebih dahulu kepada orang tua/wali siswa.

“Skema kami balik, ijin orangtua/wali yang awalnya berada di urutan ke empat, kami tempatkan pada urutan pertama. Karena tanpa ijin orang tua/wali siswa, pembelajaran tatap muka tidak bisa dilaksanakan, dan siswa dapat mengikuti sistem daring/luring,” jelasnya.

Setelah mendapat ijin orangtua/wali siswa, kata Astika, Satuan Pendidikan ijin Pemerintah Daerah melalui Disdikpora, Persetujuan Kepala Sekolah (Kepsek) setelah sekolah dapat memenuhi protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan Persetujuan dari wakil dari orang tua/wali siswa yang tergabung dalam komite sekolah.

“Karena, kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat tetap merupakan prioritas utama,” tegasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here