Pembelajaran Tatap Muka, Disdik Siapkan Skenario

0
40

TABANAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan kalau pembelajaran tatap muka diperbolehkan dilaksanakan mulai semester genap tahun ajaran 2020-2021. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan telah menyiapkan skenario pembelajaran tatap muka meski masih di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Nyoman Putra ketika dikonfirmasi mengatakan sesuai dengan Surat keputusan bersama (SKB) empat Menteri, maka pada  semester genap tahun ajaran 2020-2021, pemerintah daerah diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan.

“Sesuai dengan SKB empat menteri tersebut daerah diperbolehkan memberlakukan sistem pembelajaran tatap muka,” ungkap Nyoman Putra  dikonfirmasi Minggu (22/11/2020).

Terkait hal tersebut, pihaknya secara teknis Kembali mereview persiapan yang sebelumnya pernah dilakukan ketika Tabanan sempat masuk zone kuning Covid-19. Pihaknya  akan mereview kesiapan penerapan protokol kesehatan di setiap sekolah termasuk sarana dan prasarana pendukung Prokes  di setiap sekolah.

“Kami sudah pernah menyiapkan teknis penerapan Prokes  pembelajaran tatap muka saat Tabanan masuk zona kuning, itu yang akan kami review kembali untuk melihat kesiapan setiap sekolah melaksanakan Prokes pencegahan Covid-19,” tandasnya.

Pihaknya juga menyiapkan skenario pembelajaran tatap muka sesuai Prokes  penanganan Covid-19. Skenario yang disusun sesuai dengan aturan SKB empat menteri tersebut . Seperti   setiap kelas hanya boleh 50 persen dari kapasitas. Pembelajaran disederhanakan terutama soal waktu pelajaran yang sebelumnya satu jam mata pelajaran 35 menit menjadi 20 menit untuk SD.

“Skenarionya dengan  mempersingkat anak berada di sekolah dengan penyederhanakan pembelajaran dan menerapkan sistem shifting untuk penerapan prokes. Skenario itu yang akan kami sampaikan ke pimpinan untuk dasar mengambil kebijakan pembelajaran tatap muka,” jelas mantan Kabag Umum Setwan Tabanan ini.

Hal lain yang juga  harus diperhatikan yakni tidak ada pelajaran olahraga, kantin tidak dibuka dan siswa istirahat sebentar tetap berada di kelas   dengan membawa bekal sendiri.   Selain itu siswa termasuk guru pengajar wajib menggunakan masker termasuk face shield mencegah penyebaran termasuk penyiapan hand sanitizer, desinfektan dan tempat cuci tangan yang memadai maupun thermogun.

“Untuk pembelajaran tatap muka tetap melihat perkembangan Covid-19 dengan pertimbangan matang sebelum membuka sistem pembelajaran tatap muka,” tandasnya. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here