Kasus Kubuanyar Ditarik Polres Buleleng

0
38

BULELENG – Kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya, Gede Mertayasa alias Tangkas (38) akibat sabetan badik yang diduga dilakukan Ketut Mudrayasa (35) ditarik dan ditangani Satreskrim Polres Buleleng.

Dari hasil penyidikan terhadap insiden berdarah yang terjadi, Senin (18/11/2020) pukul 17.30 Wita di Banjar Dinas Kubuanyar Desa Kubutambahan tersebut, selain penyebab kematian korban sesuai visum et repertum juga terungkap motif penganiayaan yang dilakukan Mudrayasa terhadap Tangkas.

“Dari hasil penyidikan yang dilakukan motifnya sentimen. Ya, mungkin karena mereka sering minum bersama, ada gesekan dan adu mulut, sehingga muncul sentimen pribadi,”ungkap Kabagops Polres Buleleng, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma, Rabu (18/11/2020) usai memantau penyidikan di Satreskrim Polres Buleleng.

Seijin Kapolres AKBP I Made Sinar Subawa, Kabagops Wiranata didampingi Kasubbaghumas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya memaparkan, motif sentimen pribadi ini terungkap berdasarkan keterangan saksi-saksi yang diperiksa penyidik.

“Ada lima orang saksi yang telah diperiksa penyidik. Dari keterangan saksi, terduga pelaku dan korban ini sering minum bersama, karena ada sentimen pribadi Mudrayasa yang telah ditetapkan sebagai tersangka sering ditantang berkelahi oleh korban,” ungkapnya.

Kabagops Wiranata menambahkan penyidik Satreskrim Polres Buleleng masih melakukan pengembangan terhadap kasus penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia ini.

“Kemungkinan nanti akan berkembang, penambahasan keterangan saksi,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here