Dipanggil Oma, Martini Dikenal Sosok Ceria dan Mengayomi

0
59
Almarhum Ni Nyoman Martini (foto istimewa)

KLUNGKUNG- DPRD Klungkung berduka. Demikian juga Partai Gerindra di Kabupaten Klungkung merasa kehilangan setelah kepergian Ni Nyoman Martini (65) untuk selama-lamanya.

Martini meninggal dunia diduga karena serangan jantung saat melakukan kunjungan kerja di Bandung, Sabtu (14/11/2020).

Politisi sepuh asal Desa Besan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung ini dikenal sebagai sosok ceria dan mengayomi. Ini karena usianya yang sudah tua dan keteladanannya. Tak heran di kalangan anggota DPRD Klungkung Martini dinilai sangat mengayomi, penuh keibuan. Makanya wanita pensiunan pegawai PDAM Gianyar ini dipanggil oma
oleh sesama anggota dewan dan pegawai sekretariat.

“Beliau itu panutan kami di partai (Gerindra). Sering memberikan pemikiran,
aktif dalam setiap kegiatan partai,” kata Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Klungkung, Komang Suantara, Minggu (14/11/2020).

Hal serupa juga disampaikan anggota Fraksi Gerindra Nengah Mudiana.”Kami semua merasa kehilangan sosok yang kami tuakan di Fraksi Gerindra.
Dedikasi dan panutan kedua almarhumah (Martini bersama suami) luar biasa buat saya dan anggota fraksi. Semoga amal baik beliau mendapat tempat yang layak di sisiNya,” Imbuh Nengah Mudiana, politisi asal Desa Gelgel,Kecamatan Klungkung.

Setali tiga uang, Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom yang ikut mendampingi pihak keluarga saat pengurusan jenasah di RSU Bhayangkara Sartika Asih Bandung, merasa kehilangan atas kepergian almarhum. “Baik pribadi maupun lembaga, kami merasa kehilangan,” kata Gung Anom sapaan akrab politisi senior PDIP ini.

“Rencana almarhum akan diaben tapi masih menunggu hari baik,” demikian Anak Agung Gde Anom. (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here