
BADUNG – Desa Adat Kuta ngaturang pakelem di pesisir Pantai Kuta, depan Pura Segara, Minggu (15/11/2020). Ritual dilakukan untuk memohon restu kepada Sang Hyang Baruna sebagai penguasa lautan agar rencana penataan Pantai Kuta berjalan lancar serta pariwisata kembali normal.
“Sebelumnya, penutupan sementara pariwisata Pantai Kuta kami awali dengan upacara matur piuning. Sekarang menjelang pembukaan, kami laksanakan prosesi ngaturang pakelem,” ungkap Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista sembari berharap rencana Bali dibuka untuk kunjungan wisatawan mancanegara awal Desember mendatang terealisasi.
Setelah ngaturang pakelem, Desa Adat Kuta melaksanakan reaktivasi pedagang pantai yang hingga saat ini proses penataannya sedang berjalan. “Rencananya, mulai Jumat depan, kami akan undang para pedagang untuk melalui proses pendataan. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, sebagai tahap awal, kami prioritaskan krama ngarep yang sebelumnya sudah memiliki nomor. Setiap KK, hanya diperbolehkan mendapat satu nomor. Selain itu, mereka juga tidak diperkenankan memiliki usaha pada aset Desa Adat Kuta lainnya,” tandasnya. (adi)








