Sakit, Guru Yarka Meninggal di Kontrakan

0
41


Tim medis Puskemas I Melaya memeriksa jenasah Ketut Yarka yang meninggal di kontrakan

JEMBRANA-Warga di seputaran rumah kontrakan milik Maksum (45) dibanjar/Desa Candikusuma, Melaya mendadak heboh. Pasalnya, salah satu penghuni kontrakan Ketut Yarka (49) asal Banjar Moding Kaja, Desa Candikusuma, meninggal secara mendadak sekitar pukul 07-00 Wita.

Korban Yarka yang diketahui berprofesi guru, tinggal dikontrakan bersama istri Gusti Ayu Suadnyani (50) yang juga sama berprofresi guru. Saat tewasnya guru sekolah dasar dikontrakan, TKP juga didatangi sepupunya Ni Nyoman Sunantri asal Samblong Sangkar Agung. Serta saksi lain Ni Nyoman Yarnadi asal Dangin Berawah, Desa Perancak dan Sutikno asal Lingkungan Srimandala Dauhwaru.

Sebelum meninggal sekitar pukul 06 30 Wita. Yarka sempat melakukan aktifitas sarapan nasi sambil minum obat. Nasi yang dimakan sebelumnya dibeli saksi Nyoman Yarnadi, dari salah satu warung di sekitar wilayah Banjar Candikusuma. Sehabis sarapan, selang kemudian, tiba- tiba Yarka diketahui lemas hingga terjatuh tepatnya depan kamar tidur.

Korban yang tiba-tiba ambruk dan tak sadarkan diri oleh istri Gusti Ayu Suadnyani dibantu saksi saksi serta tetangga kemudian tubuhnya diangkat ketempat tidur, namun sebelum sempat diberikan pertolongan medis, korban yang dalam keadaan tak sadarkan diri , akhirnya meninggal.

Dari pemeriksaan petugas kepolisian dan tem medis Puskesmas I Melaya, yang mendapat laporan adanya warga meninggal dikontrakan, tidak ditemukan ada tanda tanda kekerasan. Kematian pria berpropesi PNS guru diduga lantaran sakit. Pasalnya, sehari sebelum meninggal dia sempat berobat keseorang dokter praktek di desa Nusasari, lantaran mengeluhkan kepala sering pusing dan lemas.

“Dari pemeriksaan tem medis dipimpin dr Nyoman Rian Wibawa serta petugas Inafis Polres Jembrana, tidak diketemukan adanya bekas kekerasan pada tubuh korban, posisi korban meninggal dalam kondisi terlentang ditempat tidur , tidak ditemukan adanya bekas benturan benda tumpul maupun luka fisik bekas senjata tajam, termasuk pula adanya luka luka mengarah tindak kekerasan,”terang Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogi Paramagita.

Meninggalnya korban, diduga karena sakit tensi rendah dan lemas.

“Pelapor istri korban. serta keluarganya merelakan kepergian korban dan menolak untuk dilakukan otopsi, sembari keluarganya meyakini meninggalnya korban karena penyakit yang dia deritanya,”imbuh Pramagita (ara)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here